Bentuk Apresiasi Gelar Pahlawan TGKH M Zaenuddin Abdul Madjid di Lombok Tengah

Apresiasi Gelar Pahlawan TGKH M Zaenuddin Abdul Madjid
BINGKISAN: Wabup Lpathul Bahri saat memberikan bingkisan kepada para veteran di Lombok Tengah. (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYA – Pemkab Lombok Tengah menggelar apel peringatan Hari Pahlawan Nasional di Bencingah Alun-Alun Tastura Praya, Jumat kemarin (10/11). Apel itu juga dihajatkan sebagai wujud menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas anugerah gelar pahlawan yang diraih Almagfurullah Maulana Syekh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid. ‘’Kita sangat bangga karena saat ini pendidiri yayasan di Lombok Timur sudah mendapat gelar pahlawan. Untuk itu, mari kita sama-sama mengheningkan cipta atas jasa para pahlawan kita terdahulu,” ungkapnya saat menjadi inspektur upacara.

BACA JUGA :  Liburan, Turis Jerman Ditodong Begal

Pathul kemudian membacakan sambutan pidato Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawangsa. Dipaparkan, berbagai sejarah kepahlawanan menceritakan tentang semangat api yang membara. Api harapan yang menjadi pemantik dari berbagai heroik yang mengagumkan. Begitu pula dengan Republik Indonesoia ini ketika diproklamirkan dengan keberanian, tekad orisinil tentang kehidupan bernegara sudah tertuang dalam Pancasila dan Undang- Undang Dasar I945. “Saat ini harapan akan kehidupan yang lebih baik tersebut telah ditambatkan oleh pemerintah melalui sebuah visi transformatif yang mengarahkan dan menghimpun seluruh elemen masyarakat. Yakni terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkeperibadian berlandaskan gotong royong,” bacanya.

Pathul melanjutkan, dalam mewujudkan visi tersebut maka dirumuskan sembilan agenda prioritas pemerintah kedepan yang disebut Nawa Cita. Di mana kesembilan agenda prioritas isu bisa dikategorisasikan ke dalam tiga arah yakni ranah mental kultural, ranah material dan ranah politik. “Pada ketiga ranah tersebut, pemerintah saat ini berusaha melakukan berbagai perubahan secara akseleratif, berlandaskan prinsip Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” urainya.

Disambung Pathul, Indonesia berdiri berkat Tuhan Yang Maha Esa dan selalu bisa dinikmati anugrah yang ada berkat jasa para pahlawan yang sudah terdahulu yang telah mengajarkan tentang keteladanan akan rela berkorban. ‘’Bung Karno mengingatkan berkali-kali dalam pidatonya bahwa kehidupan bernegara hanya bisa terwujud dan menjadi lebih baik dan maju kalau kita semua berkorban, mau memberi dan mengabdikan hidup untuk merawatnya,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Pathul menambahkan, jika jasa para pahlawan tersebut harus terus digelorakan untuk dijadikan semangat dalam menjalankan tugas setiap harinya. Jangan sampai jasa para pahlawan yang sudah tiada saat ini malah tidak dihargai. “Momen hari pahlawan harus kita jadikan sebagai ajang untuk saling mengevaluasi diri terhadap begitu pentingnya semangat juang yang ada pada diri kita masing- masing,” tandasnya.

BACA JUGA :  Mengunjungi Ibnu Hiban, Penderita Penyakit “Kurang Gizi”

Usai apel, para veteran di Lombok  Tengah diberikan bingkisan sebagai wujud syukur pemerintah terhadap dedikasi mereka. “Terima kasih semuanya dan saya berharap agar para pahlawan kita ditempatkan di tempat yang paling mulia di surga,” doanya.

Setelah itu, para peserta apel bendera juga langsung menuju taman makam pahlawan untuk dilakukan tabur bunga dan memberikan penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan NKRI hingga berada dalam kesuksesaan saat ini. (cr-met)