Aplikasi UNBK SMK Terganggu Listrik Padam

Aplikasi UNBK SMK
LANCAR: Puluhan siswa di SMKN 2 Mataram tampak khusuk menjalankan UNBK hari pertamanya. (NASRI BOEDJANA/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Senin kemarin (2/4) diklaim berjalan lancar.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB selaku panitia penyelenggara UNBK Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta tahun ajaran 2017/2018 ini tidak mendapatkan kendala. “Hari pertama pelaksanaan UNBK berjalan lancar,” kata Sekretaris Panitia UN tingkat Provinsi NTB, H Aidy Furqan.

Meski diakui berjalan lancar, Adiy tak menampik masih terdapat permasalahan pelaksanaan UNBK SMK di hari pertama. Di mana sejumlah SMK penyelenggaran UNBK, yakni di SMKN 1 Labuapi Kabupaten Lombok Barat. Saat ujian dimulai pada proses sesi pertama, beberapa komputer tidak bisa diaplikasikan. Akibatnya, pelaksanaan UNBK di sesi pertama ditunda, dan di sesi kedua baru bisa dilaksanakan.

Akibatnya siswa yang sesi pertama tidak bisa tuntas menyelesaikan ujiannya. Dikbud NTB memastikan akan dituntaskan melalui UNBK susulan seminggu setelah UNBK utama selesai. Selain itu, pelaksanaan UNBK hari perama di sejumlah SMK di wilayah Mamben Daya Kabupaten Lombok Timur juga sempat terganggu di sesi pertama. Terjadi pemadaman listrik hampir lebih dari 10 menit, yang menyebabkan konsentrasi siswa menjawab soal-soal sempat buyar.

Koordinasi Dikbud NTB dengan pihak PT PLN selaku penyedia listrik kurang bagus, sehingga berdampak terhadap pelaksanaan UNBK SMK di hari pertama terganggu. Akibatnya, SMK Marakitaklimat dan sejumlah SMK di wilayah Mamben Daya, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur menggunakan genset setelah lebih dari 10 menit pihak PT PLN belum menyalakan kembali listrik.

Meski terdapat berbagai kendala pelaksanaan UNBK SMK hari pertama, Aidy memastikan dari tim pemantau dan pengawas UNBK, secara umum berjalan lancar. Seperti di Kabupaten Lombok Tengah, Kota Mataram dan daerah lainnya di Provinsi  NTB tidak ada laporan masuk  mengenai kendala atau persoalan yang dihadapi pihak sekolah dihari pertama UNBK SMK di Provinsi NTB. “Pelaksanaan UNBK SMK hari pertama berjalan lancar. Baru dikatakan menjadi permasalahan itu, jika adanya ditemukan ketidaksesuaian data siswa,” ujarnya.

Kepala Unit Layanan Pendidikan Menengah (UPTD) Kabupaten Lombok Timur, H Mashun mengatakan, meski sempat padam listri hari pertama UNBK SMK. Tapi rata-rata UNBK tetap berjalan lancar di Lombok Timur. Meski terjadi pemadaman lampu di bagian Utara Lombok Timur, seperti Mamben, Kecamatan Wanasabha, tapi masih bisa diatasi dengan menggunakan mesin genset. “Hasil pantauan di beberapa sekolah memang tidak ada kendala. Meski terjadi mati listrik selama 10 menit,  namun semua bisa diatasi,” terangnya.

Menurut Mashun, pelaksanaan UNBK yang digelar kedua kalinya ini di Kabupaten Lombok Timur, terdapat beberapa sekolah yang dijadikan sampel, seperti SMKN 1 Selong, SMKN 2 Selong dan SMKN 3 Selong. Dari tiga SMK tersebut tidak ditemukan kendala yang krusial dalam pelaksanaan UNBK. “Kita bisa pastikan pada hari pertama ini UNBK  berjalan lancar, meski ada kendala sedikit, namun itu semua bisa kita atasi dengen cepat,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala SMKN 1 Sikur, Lalu Yani Wardan bahwa pelaksanaan UNBK di hari pertama berjalan lancar, baik dari segi jaringan, listrik dan server. ” Insya Allah UNBK yang kita gelar di tahun kedua ini semuanya berjalan lancar, dan genset untuk mengantisipasi adanya pemadaman listrik sudah kita siapkan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala SMKN 2 Mataram, H Hudri Achmad mengatakan, dari sesi pertama hingga sesi ketiga, proses yang dijalankannya tidak terdapat masalah apapun. Hanya saja, jumlah siswa yang berkurang dari data siswa sudah terdaftar ikut UNBK. Pasalnya, jumlah yang terdaftar terdapat 439, namun yang ikut UNBK hanya 436. “Tiga siswa itu sudah pindah sekolah sejak kelas XI dan ada juga yang berhenti,” sebutnya.

Sementara, salah seorang siswa Kelas XII RPL di SMKN 2 Mataram, Ahmad Suryadi menuturkan bahwa persiapan materi dan mental sudah dimatangkan sejak jauh sebelum UNBK dimulai. Sehingga, kegiatan UNBK yang diikutinya pada hari pertama tidak ada yang dikhawatirkan. “Saya tidak ada rasa khawatir sedikit pun, karena saya benar benar menjawabnya dengan penuh persiapan,” tutupnya. (rie/wan)