Aplikasi “Si Jukir” Belum Terwujud

Aplikasi Si Jukir
MASIH MANUAL: Para jukir di sepanjang Jalan Selaparang depan Pasar Cakranegara masih menerapkan sistem manual tanpa karcis dan hanya bermodal rompi. (Sudir/Radar Lombok)

MATARAM — Sampai saat ini program yang digagas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram bernama aplikasi Si Jukir belum diterapkan. Aplikasi si jukir merupakan salah satu cara menekan angka kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Mataram dari retribusi parkir.

Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram HM Zaini meminta penerapan aplikasi segera diberlakukan. Permintaan ini dilontarkan karena sistem teknologi saat ini sangat dibutuhkan.

‘’Ya aplikasi Si Jukir sangat perlu untuk meningkatkan PAD Kota Mataram. Jangan sampai bocor terus PAD parkir,’’ katanya, kepada Radar Lombok, Sabtu lalu, (25/5).

BACA JUGA: Pastikan Mataram Aman, TNI dan Polri Tetap Patroli

Aplikasi Si Jukir telah lama diwacanakan sejak bulan Januari 2018 lalu. Namun sampai saat ini, Kepala Dinas Perhubungan M Saleh belum menerapkan. Bahkan, para jukir masih beraksi dengan sistem seperti manual, tapi tidak ada penindakan dalam penggunaan karcis yang sudah ditetapkan.

Politisi Demokrat ini menyebutkan, beberapa inovasi dari kepala OPD jangan hanya di atas meja. Namun diterapkan secepatnya di lapangan sehingga PAD Kota Mataram tercapai. Seperti target Rp 5 miliar yang sudah ditetapkan selama ini tidak kunjung terealisasi. Seperti tahun 2018 lalu hanya Rp 2 miliar yang tecapai.

Untuk beberapa pasar tradisional, kata Zaini, perlu ada penerapan khusus tentang tarif retribusi parkir. Karena selama ini, sumber PAD dari parkir ini sangat besar namun pengelolaan belum optimal. Diharapkan, setelah ada aplikasi Si Jukir bisa lebih optimal seperti daerah lain.

BACA JUGA: Kota Mataram Tuan Rumah Kontes Ikan Koi

‘’Kita harapkan ada aplikasi khusus, sehingga penindakan lebih cepat,’’ singkatnya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Mataram Misban Ratmaji menyoroti, beberapa potensi parkir yang dinilai potensial belum tergarap maksimal. Seperti parkir di pasar tradisional maupun modern.

‘’Selama ini, belum tergarap maksimal potensi parkir yang di pinggir jalan,’’ katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram M Saleh mengatakan, untuk penerapan Si Jukir sedang dalam persiapan.  Konsepnya sudah matang dan akan tetap dilaksanakan.

‘’Masih persiapan, aplikasi ini betul-betul cara ampuh menekan pelanggaran jukir,’’ katanya. (dir)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid