APEX NTB Pastikan Kontainer Bukan Kendala Ekspor

EKSPOR : Dinas Perdagangan bersama NTB Mall mengklaim rencana pengiriman produk kerajinan untuk ekspor ke salah satu negara terganjal harga kontaine mahal dan langka. (Devi Handayani / Radar Lombok)

MATARAM – Asosiasi Pengusaha Ekspor Impor (APEX) Provinsi NTB menilai untuk ekspor sejumlah komoditi NTB ke beberapa negara  tujuan tidak ada kendala, termasuk masalah kontainer. Untuk ekspor yang dilakukan eksportir dengan buyer sudah ada kerja sama disepakati, salah satunya adalah terkait kontainer.

Ketua APEX NTB H Anhar Tohri menjelaskan, setiap kali eksportir melakukan ekspor ke negara tujuan membuat agreement (perjanjian, red) terlebih dahulu. Di mana setelah ada kesepakatan harga, pengiriman, waktu produksi dan termasuk juga kontainer menjadi salah satu bagian MoU yang dibuat antara kedua belah pihak.

“Sebelum tanda tangan kontrak, pengadaan kontainer ini boleh dari pembeli juga maupun penjual. Sehingga ketika kontainer diorder bertepatan waktunya minimal/maksimal 8 hari sesudah barang itu di pelabuhan muat,” kata Anhar Tohrie, kepada Radar Lombok, Minggu (12/9).

Menurutnya, saat ini tidak bisa lagi berbicara persoalan container, baik itu ada kelangkaan ataupun biayanya naik. Karena sebelumnya sudah ada kesepakatan antara pembeli dan penjual, sehingga tidak ada persoalan dalam melakukan ekspor.

BACA JUGA :  PHK Masih Menjadi Ancaman Pekerja Hingga 2022

“Itu nama perusahaan kontainernya sudah tercantum dalam kontrak, termasuk biaya kontainer. Jadi bukan sekarang terkumpul barang kita jadi kemudian pesan kontainer, tidak bisa,” jelasnya.

Dikatakannya, bisa saja yang terggangu untuk ekspor komoditi kemungkinan perjanjian baru dibuat. Sementara dari sisi harga kontainer yang tinggi ke setiap negara itu sudah memiliki rate harga tersendiri. Tergantung daripada perjalanan ditempuh oleh kapal pengantar kontainer tersebut.

“Ini kelangkaan kontainer tidak ada langka. Orang yang berbicara langka kontainer itu, berarti barangnya sudah mau di ekspor ternyata dibutuhkan kontainer dan baru dicari,” ungkapnya.

Dipastikan untuk sejauh ini tidak ada kendala sama sekali untuk ekspor, baik itu kelangkaan kontainer maupun dari sisi harganya. Salah satunya seperti ekspor ketak yang dilakukan perajin ketak di Lombok Barat, mereka membuat kontrak baru dalam mengekspor.

BACA JUGA :  PPKM Mikro Kembali Bikin Anjlok Okupansi Hotel

“Kerajinan yang dari UD Nusa Indah itu ternyata sekarang kirim itu antar privasi, mereka membuat kontrak perjanjian antar individu, barang ada tinggal kirim,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi NTB H Fathurrahman mengatakan, memang kondisi kontainer yang semakin sulit, karena kelangkaan akibat beberapa kontainer dari China ditarik. Sedangkan kontainer lokal belum mampu bersaing dengan kontainer-kontainer China. Ketika terjadi kendala seperti ini mereka tidak punya kontainer dengan kapasitas besar, sehingga memang kontainer yang masih ada ini menjadi rebutan.

“Ini bukan persoalan lokal, kami berharap dari pemerintah pusat mencari solusinya karena di daerah-daerah membutuhkan,” imbuhnya. (dev)