Anwar Bunuh Istri karena Terlilit Utang pada Calon TKI Gagal Berangkat

Nurul Anwar, pelaku pembunuhan istri ditahan di Polres Lotim. (IST FOR RADAR LOMBOK)

SELONG–Polres Lombok Timur berhasil menangkap Nurul Anwar tenaga honor di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Timur yang merupakan pelaku pembunuhan terhadap istrinya sendiri Lilis Sukmawati di rumahnya di Dusun Ketangga, Kelurahan Kembang Sari, Kecamatan Selong.

Pelaku diringkus petugas ketika sedang bersembunyi di rumah ibu tirinya di Dusun Semaya, Desa Montong Baan Selatan, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, Kamis malam (21/6/2024) sekitar pukul 23.00 WITA.

Pelaku saat ini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka. Sementara mayat korban saat ini masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk diautopsi.

Dari keterangan pihak kepolisian pelaku tega menghabisi nyawa korban dengan parang karena sakit hati dan terlilit utang.

Baca Juga :  Seorang Istri di Ketangga Ditemukan Tewas di Rumahnya, Polisi Cari Keberadaan Suami

“Motif pelaku membunuh istrinya karena sakit hati karena sering dimarahi dengan kata-kata yang tidak pantas,” ungkap Kasatreskrim Polres Lombok Timur AKP I Made Dharma Yulia Putra

Selain itu pelaku tega membunuh istrinya karena terlilit utang. Sebelum kejadian nahas ini, pelaku sempat memberitahukan istrinya jika yang bersangkutan memiliki utang di TKI yang gagal diberangkatkan.

Kabarnya ada sekitar 14 calon TKI yang akan diganti uangnya dengan nilai Rp 1 juta per orang.

Ia pun meminta istrinya membantu menyelesaikan utang tersebut. Dari sanalah terjadi ceckok dan pertengkaran antara pelaku dan korban hingga berujung pembunuhan.

“Dari keterangan pelaku bahwa yang bersangkutan memiliki utang di TKI yang telah direkrutnya. Uang para TKI telah diambil tapi tak kunjung diberangkatkan,” tuturnya

Baca Juga :  Disnakertrans Lotim: Anwar sebagai Tekong Tak Ada Kaitan Dinas

Melihat kondisi di TKP, kasus pembunuhan ini terjadi sekitar pukul 14.00 WITA, Kamis (20/6/2024). Dan baru diketahui setelah magrib. Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh pihak keluarga.

Itu bermula kecurigaan pihak keluarga karena korban tidak bisa dihubungi. Mereka pun akhirnya mendatangi rumah korban. Sampainya di sana kondisi rumah sepi dan tertutup.

Keluarga pun akhirnya membuka paksa pintu rumah dan korban sudah ditemukan dalam kondisi terkapar bersimbah darah.

“Korban mengalami luka di bagian leher dan beberapa bagian tubuh lainnya. Jenazah korban untuk sementara masih kita titip di Rumah Sakit Bhayangkara dan hari ini akan kita lakukan autopsi,” tutupnya. (lie)

Komentar Anda