Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

Oleh : Ns. Reza Indra Wiguna, M.Kep (Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kesehatan UNIQHBA)

Kondisi masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya. Kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona. Akan tetapi di tengah ketenangan aktivitas manusia yang sudah kembali berjalan normal tersebut, justru disitu kasus angka kejadian Covid-19 meningkat drastis. Ternyata hal ini menunjukkan covid-19 masih benar-benar belum hilang dari permukaan, bahkan ironinya ditengah ketidaksadaran masyarakat saat ini angka penyebaran Covid-19 masih terus melonjak tajam.

Hampir di berbagai wilayah dan tempat terjadi peningkatan kasus Covid-19. Berbagai macam jenis klaster mulai bermunculan dari yang ramai diperbincangkan seperti klaster Kementerian Kesehatan (Kemenkes), klaster rumah sakit, klaster perkantoran bahkan klaster acara resepsi pernikahan juga tidak luput dari sebaran wabah Covid-19 ini. Namun ada hal yang menarik untuk kita bahas pada tulisan kali ini yakni dimana sangat patut untuk kita wasapai adalah, jangan sampai penyebaran wabah covid ini meluas dan terjadi pada dunia pendidikan kita. Khususnya ranah kampus perguruan tinggi yang notabene kampus merupakan sarana pendidikan yang saat ini sedang memasuki tahap penerimaan mahasiswa baru di tahun ajaran semester ganjil ini.

Jika kita melihat data atau riwayat kampus-kampus di berbagai wilayah yang pernah menjadi zona penyebaran virus ini pada dua bulan yang lalu, telah terjadi di Universitas Hasanudin Makasar yang menginfeksi sekitar 25 pegawai dan dosen. Kemudian terjadi di Universitas Sumatera Utara (USU) yang telah menginfeksi 33 dosen dan tenaga kependidikan. Bahkan penyebaran yang paling menghebohkan adalah di sekolah calon perwira Secapa TNI AD Bandung yang sempat menjadi klaster terbesar pada bulan Juli lalu.

Berbeda dengan pendidikan dasar dan pendidikan menengah, kehidupan mahasiswa di kampus perguruan tinggi sangatlah beragam dan bisa berasal dari semua daerah hingga 34 provinsi dengan kondisi daerah tempat tinggal mahasiswa yang bermacam-macam. Itulah mengapa, menjelang pelaksanaan semester baru tahun akademik 2020/2021, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menekankan dalam kebijakannya agar kampus jangan sampai menjadi klaster baru penyebaran pandemi Covid-19. Alasan kebijakan tersebut sangatlah masuk akal, dikarenakan bisa jadi perguruan tinggi mungkin berasal dari zona hijau yang aman, akan tetapi mahasiswanya bisa saja berasal dari zona merah. Jika kampus terbuka melaksanakan program pembelajaran secara langsung atau tatap muka, maka akan terjadi mix sehingga potensial sekali kampus akan menjadi klaster baru penyebaran virus corona.

Oleh karena itu disituasi pandemi seperti ini solusi dari kebijakan tersebut adalah, kampus seharusnya melakukan kegiatan pembelajaran dari rumah (online) kecuali dalam hal kegiatan pembelajaran tertentu yang bersifat prioritas (seperti; penelitian mahasiswa, kegiatan praktikum laboratorium, dll). Kegiatan prioritas semacam ini mungkin tidak dapat dilakukan secara daring. Terkait hal ini, kampus dapat mempertimbangkan untuk melaksanakan kegiatan tersebut secara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang di rekomendasikan.

Di sisi lain kampus sebagai perguruan tinggi dapat menjadi motor penggerak perubahan dengan mahasiswanya sebagai agent of change dapat melakukan berbagai macam gerakan kampanye melawan penyebaran pandemi Covid-19 ini. Kampus sebagai gudangnya akademisi sangatlah dapat menelurkan ide-ide inovasi dalam melakukan kegiatan. Riset yang bersifat ilmiah dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 karena sampai hari ini obat Covid-19 belum ada. Walhasil dari gerakan tersebut pastinya akan mengalir ke hilir yang akan berpengaruh dalam perubahan perilaku kesehatan di masyarakat, karena perilaku kesehatan masyarakat merupakan ujung tombak di garda terdepan dalam suksesi menghentikan penyebaran pandemi Covid-19.(*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumya19 Positif Baru, Delapan Sembuh dan Dua Meninggal
Berita berikutnyaPandemi Covid-19, Kasus Kekerasan Anak Meningkat