Antisipasi Lonjakan Inflasi, BI Tanam Cabai

MATARAM—Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB memberikan perhatian serius terkait laju inflasi yang disebabkan sejumlah kebutuhan pokok yang rutin menyumbang inflasi di NTB. Kebutuhan pokok yang rutin menjadi penyumbang laju inflasi di NTB itu adalah komoditas pertanian, seperti cabai, beras, ayam ras dan telur ayam ras.

Untuk itu, Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB tahun 2016 ini kembali memprogramkan penanaman cabai di musim kemarau di sejumlah titik di Kabupaten Lombok Timur sebagai demplot. Penanaman cabai di atas lahan petani seluas 1,2 hektar di kawasan Kecamatan Masbagik itu melibatkan sedikitnya 25 orang petani.

“Penanaman cabai di Lombok Timur sebagai demplot penanamanya dilakukan pada musim kemarau,” kata Deputi BI Kantor Perwakilan NTB, Wahyu Yuana di Mataram, Senin (15/8).

Wahyu mengatakan, komoditas cabai menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi pada bulan Januari, Februari dan Maret 2016, dan dikenal sebagai salah satu komoditas volatile food penyumbang inflasi utama sejak lama di Provinsi NTB.

BI Perwakilan NTB melakukan inisiatif penanaman cabai pada demonstration plot (demplot) menggunakan total organik yang penanamannya dilakukan di musim kemarau, dan panennya diperkirakan menjelang musim hujan. Sehingga pasokan cabai tetap terjaga, dan harga cabai diharapkan tetap stabil ketika musim hujan. Karena musim itu biasanya produksi cabai terjadi penurunan dan cenderung rusak.

Penanaman perdana dilaksankan pada klaster cabai Kelompok Tani Mele Maju dan Tojang Maju di Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.  Luas areal tanam cabai sebagai demplot seluas 1,2 hektar dan dilakukan oleh 25 orang petani.

“Sistem penanaman dilakukan secara bertahap, supaya proses panen tidak serempak, sehingga dapat menjaga stabilitas ketersediaan pasokan cabai setiap waktu,” jelas Wahyu. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid