Antisipasi Klaster Anak Sekolah, PTM Penuh Dievaluasi

MURID SEKOLAH: PTM penuh semakin terancam dan tidak bisa digelar menyusul siswa terpapar Covid-19 terus bertambah. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Mataram kembali meningkat. Beberapa diantaranya mulai menyerang siswa sekolah. Karena tercatat, empat siswa sekolah di Mataram terkonfirmasi positif Covid-19. Pemerintah Kota (Pemkot) berupaya mengantisipasi penyebaran Covid-19 di sekolah.

Menilik jumlah siswa yang terpapar. Pemerintah melalui tim satgasnya harus mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19 klaster sekolah. Pemerintah bergerak cepat untuk mengevaluasi rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) penuh yang sebelumnya diwacanakan.

“Iya itu tentunya akan dilakukan evaluasi. Karena kemarin ada empat siswa kita yang terkonfirmasi positif,” ujar Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa, kemarin (3/2).

Sementara untuk saat ini. PTM di Kota Masih terbatas. Pesertanya pun maksimal 50 persen dari jumlah siswa. Lalu sekolah mengatur jadwal siswa bergantian melaksanakan PTM. Evaluasi akan dilakukan untuk menghasilkan keputusan terbaik. “Apakah ini akan dipertahankan yang sekarang. Atau ada peningkatan menjadi PTM penuh. Ini akan dilakukan evaluasi. Kan ini baru saja terjadi,” katanya.

Pemerintah Provinsi NTB juga menyebut, saat ini memang penambahan warga terkonfirmasi positif dengan jumlah yang signifikan. Bahkan setiap daerah harus mengantisipasi penyebaran klaster sekolah. Begitu juga di Kota Mataram, jumlah siswa yang terpapar Corona cukup banyak.

BACA JUGA :  Eksekutif Diminta Tidak Paksakan Kehendak

“Itu makanya akan kita evaluasi. Sementara ini Bapak Wali Kota belum memutuskan apakah PTM penuh dilaksanakan atau tidak. Ini kan masih PTM terbatas dan sudah kita laksanakan sejak Kota Mataram PPKM level 1,” ungkapnya.

Sementara tentang evaluasi apa saja yang dilakukan satgas. Nyoman mengatakan cukup banyak yang bisa evaluasi. Mulai dengan penerapan protokol kesehatan di sekolah. Juga tentang pelaksanaan dimasing-masing sekolah sudah berjalan sesuai ketentuan atau tidak.

“Segala kemungkinan bisa terjadi. Tapi kan Satgas Covid-19 dimasing-masing sekolah sudah terbentuk. Itu sudah melaksanakan prokes ketat dan tertib. Tapi kan masih ada yang kena juga. Ini barang kali yang perlu semacam pelacakan testing dan tracing. Itu untuk mengetahui di mana anaka-anak kita ini terpapar,” terangnya.

Ketentuan pemerintah pusat. Jika vaksinasi anak usia 6-11 tahun sudah mencapai 50 persen. Sudah bisa dilakukan PTM penuh. Namun dengan adanya siswa terpapar yang jumlahnya cukup banyak. PTM penuh yang didambakan selama ini tentunya harus dipertimbangkan dengan matang.

BACA JUGA :  Bertambah Satu Lagi PDP Covid-19 Asal Mataram Meninggal

“Sesuai petunjuk Bapak Wali Kota. Beliau masih melihat dinamika. Ini kan situasinya tidak bisa diprediksi. Asumsi kita kemarin itu memang dengan melandainya kasus ada peluang untuk PTM penuh. Tapi melihat eskalasi sekarang tentunya menjadi catatan penting. Kita akan rapatkan lagi dengan komponen lain. Terutama dengan Forkopimda Kota Mataram,” jelasnya.

Data Dinas Kesehatan Kota Mataram, per tanggal 3 Februari, 25 warga Kota Mataram terkonfirmasi positif Covid-19. Rinciannya, 21 melaksanakan isolasi mandiri. Lalu empat orang masigh dirawat di rumah sakit. Lalu tanggal 3 Februari, Dinas Kesehatan Provinsi NTB merilis ada penambahan 10 warga Kota Mataram positif Covid-19. Kemudian 2 orang dinyatakan sembuh dan 1 orang meninggal dunia.

“Kami tidak memberikan rekomendasi apa-apa. Kami hanya memberikan data saja. PTM penuh itu kan di Dinas Pendidikan dan harus keputusan Forkopimda dan satgas,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr H Usman Hadi. (gal)