Antisipasi Corona Varian Baru, Pelaku Perjalanan Luar Daerah Diawasi Ketat

SELONG – Pemkab Lombok Timur mengantisipasi ancaman Corona varian baru masuk ke daerah ini. Berbagai upaya pencegahan dan langkah – langkah strategis diambil. Salah satunya dengan meningkatkan pengawasan terhadap para pelaku perjalanan luar daerah.

Diketahui  beberapa daerah di Indonesia telah mulai dimasuki virus Covid varian baru ini. Ancamannya dianggap jauh lebih mematikan. Namun di Lotim sejauh ini masih belum ditemukan adanya warga yang terkonfirmasi Covid varian baru tersebut.”Langkah strategis telah kita lakukan dalam upaya pencegahan agar tidak masuk ke daerah ini. Salah satu upaya pengetatan terhadap pelaku perjalanan dari dan ke luar daerah,” ungkap Satgas Covid-19 Lotim, Budiman Satriadi, kemarin.

BACA JUGA :  TKW Mengaku Disiksa Majikan di Arab Saudi

Lebih lanjut disampaikan, secara medis jenis baru ini punya daya tular sangat tinggi sehingga  sangat mengkhawatirkan. Hal tersebut dilihat dari wilayah di Indonesia yang mulai terpapar kasus baru.

Ia mencontohkan, virus Corona jenis Delta asal India sudah menyebar kemana-mana.” Ini yang patut kita  antisipasi bahwa penyebaran yang begitu masif menjadi perhatian semua pihak. Kita harus lebih waspada masyarakat dalam mengantisipasi varian jenis baru ini,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, dibanding varian jenis Alpa dan Beta, Delta yang berasal dari India ini lebih ganas karena daya tularnya yang sangat cepat. Jika prosedur penanganan dibanding virus Corona sebelumnya sedikit lebih khusus. Jika penderita yang tertular Covid-19 tanpa gejala bisa menjalani isolasi mandiri, varian jenis Delta ini harus mendapatkan perawatan khusus dan ketat.” Varian delta ini harus diisolasi khusus dan ketat. Karena sifatnya menular sangat cepat. Yang paling kita wanti, pelaku perjalanan termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang datang ke NTB dan Lotim harus menjalani skrining ketat di bandara. Dan juga harus diisolasi selama lima hari hingga dinyatakan bebas Corona,” tutupnya. (lie)

BACA JUGA :  E-Warong BPNT Harus Dipantau dan Diverifikasi