Antisipasi ATS, SMPN 1 Gangga Siapkan Langkah

SISWA : Para siswa SMPN 1 Gangga yang sedang melaksanakan ulangan semester genap untuk kenaikan kelas (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Pengumuman kelulusan peserta Ujian Nasional (UN) jenjang SMP tahun pelajaran 2016/2017 telah diumumkan.

Biasanya, dari jumlah peserta yang lulus tidak semuanya melanjutkan ke jenjang berikutnya. Untuk mengantisipasi adanya tambahan angka putus sekolah (ATS), Sekolah Menengah Pratama Negeri (SMPN) 1 Gangga Kecamatan Gangga melakukan sejumlah langkah-langkah yang telah disiapkan sekolahnya. “Jumlah peserta UN disini sebanyak 200 siswa, dari angka ini semuanya lulus seratus persen. Untuk memastikan apakah semuanya melanjutkan atau tidak, sudah menghimbau kepada wali murid agar melanjutkan anaknya bersekolah ke jenjang berikutnya,” ujar Kepala SMPN 1 Gangga Sudiarta, S.Pd kepada Radar Lombok, kemarin (7/6).

Pihaknya juga akan memantau para siswa pada proses pengambilan SKHU dan ijazah. Jika terdapat mendekati penutupan penerimaan siswa baru pihaknya akan langsung siswa bersangkutan untuk mempertanyakan perihal tidak pengambilan SKHU dan ijazahnya. “Kami juga berencana akan menelusuri ke sekolah-sekolah yang menjadi tujuan bersekolah anak-anak ini untuk meminta data nama-nama siswa SMPN 1 Gangga masuk mendaftarkan dirinya,” tandasnya.

BACA JUGA :  SDN 1 Ampenan Percontohan Sekolah Ramah Anak

Menengok pada tahun kemarin, bisa dilihat masih terdapat beberapa ijazah yang belum diambil, sehingga ini telah membuktikan yang tidak melanjutkan sekolahnya. Rata-rata kendalanya karena ekonomi atau ketidak mampuan orang tua sendiri. “Kami juga berharap kepada pemerintah desa hingga ke kadus bisa mengawasi mana anak-anak yang tidak melanjutkan sekolahnya,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dikpora Lombok Utara Muhammad Najib mendukung para sekolah untuk melakukan antisipasi ATS. Karena, pihaknya juga secara lisan dari forum ke forum selalu mengingatkan kepada masyarakat agar selalu melanjutkan ke jenjang berikutnya bagi anak-anaknya. Sesuai yang diharapkan bupati agar mendata semua ATS ini, dari hasil data yang diperoleh terdapat 418 anak yang ATS di semua kecamatan dengan jenjang pendidikan yang berbeda-beda. “Ini juga semua terlibat, masuk juga kecamatan dan desa,” pungkasnya. (flo)