Animo Masyarakat NTB untuk Vaksinasi Tinggi

VAKSINASI: Minat masyarakat di Provinsi NTB untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19 cukup tinggi, yang hingga kini tercatat telah mencapai 11 persen dari total jumlah penduduk NTB. (ALI MAKSUM/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Cakupan vaksinasi Covid-19 di NTB sampai tanggal 8 Juli 2021, untuk dosis pertama kini sudah tembus di angka 482.053 orang, atau 14,27 persen. “Kalau untuk dosis kedua kita berada diangka 198.199 orang, atau 5,87 persen,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, ketika dikonfirmasi di Mataram.

Fikri menyebutkan, Kota Mataram cakupan vaksinasi untuk dosis pertama mencapai 118.948 orang, atau 43,50 persen. Berikutnya dosis ke dua mencapai 63.902 orang, atau 23,37 persen. Kemudian disusul Lombok Barat cakupan vaksinasi pertama mencapai 45.974 orang atau 10,61 persen, dan dosis kedua mencapai 18.065 orang atau 3,91 persen.

Selanjutnya cakupan vaksinasi di Sumbawa untuk dosis pertama mencapai 41.111 orang atau 12,27 persen, dan dosis kedua mencapai 21.156 orang atau 6,32 persen. Kemudian Sumbawa Barat cakupan vaksinasi untuk dosis pertama mencapai 16.681 orang atau 18,681 persen, dan dosis kedua mencapai 6.982 orang atau 750 persen.

Lombok Tengah cakupan vaksinasi mencapai 70.982 orang atau 10,61 persen, dan dosis kedua mencapai 25.522 orang atau 3,82 persen. Kabupaten Dompu cakupan vaksinasi mencapai 20.743 orang atau 13,87 persen, dan dosis kedua mencapai 6.187 orang atau 4, 14 persen.

Kemudian Lombok Timur cakupan vaksinasi dosis pertama mencapai 85.115 orang atau 10,40 persen, dan dosis kedua 29.592 orang atau 3,62 persen. Kabupaten Bima cakupan vaksinasi pertama mencapai 22.765 orang atau 6,94 persen, dan dosis kedua mencapai 8.917 orang atau 2,72 persen. Lombok Utara cakupan vaksinasi pertama mencapai 27.665 orang atau 17,81 persen, dan dosis kedua mencapai 10.067 orang atau 6,48 persen. Berikutnya Kota Bima cakupan vaksinasi dosisi pertama mencapai 29.069 orang atau 29,88 persen, dan dosis kedua mencapai 7.809 orang atau 8,03 persen.

BACA JUGA :  Solar Kembali Langka, Pertamina Klaim Kuota Tetap

Disampaikan juga, untuk stok vaksin disemua kabupaten/kota masih tersedia. Bahkan kemarin ketika ada pengiriman dari pusat langsung didistribusikan baik ke pulau Sumbawa maun di pulau Lombok. “Jadi sekarang animo masyarakat kita cukup tinggi untuk vaksinasi, dan progres serapannya juga cukup bagus,” aku Fikri.

Untuk itu, pihaknya telah menyampaikan ke semua tenaga kesehatan yang bertugas dalam pelaksanaan vaksinasi, untuk melakukan pencatatan dan pelaporan. Supaya ketika terjadi benar-benar kehabisan vaksin, dapat segera dilaporkan ke pusat untuk dikirimkan. “Karena biasanya saya langsung kontak orang di pusat yang khusus menangani soal vaksin ini. Jadi ketika (vaksin) sudah limit kami sudah lapor langsung,” ujarnya.

Pada prinsipnya  sambung Fikri, ketika vaksin-nya datang harus cepat habis, dan serapannya bagus. Maka strategi untuk hal tersebut ketika ada suatu daerah agak lambat melakukan vaksinasi, akan langsung digeser ke daerah lain yang cepat. “Jadi kalau dari total penduduk (NTB) sudah hampir 11 persen yang sudah kita vaksin,” ungkapnya.

BACA JUGA :  325 Hektar Lahan Tembakau Petani Loteng Terdampak Banjir

Jumlah itu menurutnya sudah sangat cepat jika dibandingkan dengan data di pusat, yang capainnya juga 11 persen. Meski untuk vaksinasi di NTB, katanya masih perlu dikebut lagi. “Beberapa daerah soal ketersediaan vaksin ini harus dipercepat dari pusat. Karena kalau kita lihat serapan kita ini sudah cukup bagus,” akunya.

Bahkan sekarang sambungnya, beberapa daerah ada juga yang sering menghubungi tentang ketersediaan vaksin, seiring animo masyarakat cukup tinggi untuk vaksin. “Apalagi kalau saya lihat dari kebijakan pusat, Pak Presiden menginstruksikan untuk penerima PKH harus dapat sertifikat vaksin baru bisa cair,” sambung Fikri.

Sementara disatu sisi, penerima PKH di NTB berdasarkan data Dinas Sosial NTB hampir sekitar 1,3 juta lebih penerima PKH. “Jadi sekarang petugas kesehatan yang dicari untuk vaksinasi,” tuturnya.

Tidak hanya itu, untuk mempercepat cakupan vaksinasi, pihaknya juga telah menyiapkan pos-pos vaksinasi di pintu-pintu masuk ke NTB. Seperti di Bandara Lombok sudah disiapkan bagi warga NTB yang mau berpergian keluar daerah yang belum vaksin, bisa langsung divaksin sebelum berangkat.

“Jadi kalau orang mau berpergian keluar daerah kami sudah siapkan vaksinator di Bandara. Termasuk di Pelabuhan Lembar, dan Insya Allah berlanjut ke Gili Mas, kami sedang persiapkan juga. Kita sudah survei dan komunikasi. Jadi pintu-pintu keluar ini kita siapkan tempat vaksinasi,” katanya. (sal)