Angka Lakalantas Diklaim Turun

ilustrasi-lakalantas
ILUSTRASI Lakalantas. (SUMBER: polresmaros.web.id)

GIRI MENANG-Angka kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di wilayah hukum Polres Lombok Barat  pada 2016 diklaim turun dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan catatan Satuan Lantas Polres Lobar, dari 1 Januari-23 Desember 2016, terdapat 150 kasus Lakalantas dan telah ditangani. Dari kasus tersebut diketahui 86 orang meninggal dunia, 12 orang luka berat dan 173 orang luka ringan serta kerugian material mencapai Rp 353 juta. Sementara pada 2015 di periode yang sama, kasus Lakalantas mencapai 190 kasus. Kemudian khusus untuk data meninggal dunia mencapai 90 orang. “Jadi dari jumlah kasus Lakalantas dan jumlah meninggal dunia pada 2016 itu menurun dibandingkan 2015,” ungkap Kasatlantas Polres Lobar IPTU Gusriyadi Abustan kemarin.

Diterangkannya, kasus Lakalantas didominasi pengendara roda dua. Dimana 75 persen di antaranya meninggal dunia. Faktor penyebabnya antara lain tidak menggunakan peralatan keselamatan berkendara seperti helm serta kurangnya kesadaran dalam menaati peraturan lalu lintas. “Kebanyakan itu terjadi benturan kepala di aspal, kondisinya diperparah karena tidak memakai helm. Jadi kami imbau kepada semua pengendara roda dua, tolong kenakan helm dan patuhi aturan berlalu lintas,” terangnya.

Dalam melakukan upaya penyadaran pentingnya pemahaman pelaksanaan berkendara sesuai aturan ini kata Gusriyadi, kerap kali dilakukan khususnya di sekolah-sekolah. Kemudian juga sosialisasi atau pemahaman berlalu lintas kepada profesi seperti para tukang ojek yang sedang mangkal serta komunitas lainnya.

Daerah paling rawan terjadi Lakalantas adalah Sekotong dikarenakan volume kendaraan tidak sebanding dengan ukuran jalan. Pihaknya sendiri sudah mengkoordinasikan hal tersebut dalam forum lalu lintas dan akan ada rencana pelebaran jalan.(zul)

BACA JUGA :  Lakalantas, Tiga Korban Tewas di Tempat