Angka Kematian Balita di Lotim Masih Tinggi

Asrul Sani (JANWARI IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Angka kematian anak usia bawah lima tahun (Balita) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) kini masih menjadi salah satu perhatian pihak Dinas Kesehatan Lotim, karena dinilai masih tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Lotim, Asrul Sani, menjelaskan pada tahun 2016 ini angka kematian Balita di Lotim sekitar 270 orang, yang disebabkan oleh kasus vinemoni dan kasus bayi berat lahir rendah (BBLR). “Untuk kematian Balita ini kebanyakan disebabkan oleh dua faktor, yaitu penyakit vinemoni atau sesak napas. Sedangkan kalau masih bayi disebabkan oleh bayi berat lahir rendah,” jelasnya, kemarin (1/11).

Dikatakan, selain faktor dari BBLR dan penyakit sesak napas, salah satu penyebab utamanya adalah faktor pernikahan dini yang sampai saat ini masih banyak di Lotim. Guna mengatasi hal itu, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada para pemuda, terutama remaja perempuan. “Untuk faktor usia sebenarnya sangat berpengaruh terhadap kematian Balita. Makanya kita akan terus melakukan sosilalisasi kepada para remaja,” jelasnya.

Pihaknya juga akan mengimbau kepada ibu hamil agar mengkonsumsi makanan yang sehat, dan pihak Dikes juga akan memberi obat penambah darah. ”Jadi ketika menemukan penyakit BBLR itu, jika mampu diatasi oleh Puskesmas akan ditangani oleh Puskesmas. Tapi kalau tidak mampu akan di rujuk ke rumah sakit,” jelasnya.

Disampaikan, kalau melihat kesadaran para ibu hamil, saat ini sudah ada peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja, kesadaran akan pentingnya obat yang dinilai masih minim. Misalnya ketika diberikan obat penambah darah, ibu-ibu ini tidak meminum berdasarkan aturan, atau hingga habis.

“Bukan hanya orang hamil saja yang akan diberikan obat, anak-anak remaja juga diberikan obat. Hanya saja pemerintah belum sanggup memberikan bantuan obat kepada ratusan ribu remaja yang ada saat ini,” pungkasnya. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid