Angin Kencang, Bangunan Sementara SDN 4 Pemenang Barat Ambruk

SEKOLAH AMBRUK: Kondisi gedung sementara SDN 4 Pabar yang ambruk akibat diterjang angin kencang. (hery mahardika/radarlombok.co.id)

TANJUNG-Angin kencang yang terjadi beberapa hari terakhir di wilayah Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU) menyebabkan satu bangunan sementara SDN 4 Dusun Telagawareng, Desa Pemenang Barat, ambruk, Selasa lalu (6/10/2020), sekitar pukul 16.00 Wita.

Akibatnya, dua ruang kelas belajar (RKB) yang dibangun pascagempa 2018 oleh Kementerian PUPR tidak bisa lagi dipergunakan.

“Saya mendapatkan informasi pertama kali dari teman guru yang baru saja pulang dari sekolah. Saya ditelpon sore sekitar jam 16.00 Wita. Saya bersyukur sekolah ini ambruk setelah anak-anak sudah pulang semuanya,” ungkap Kepala SDN 4 Pabar, Kamarudin, Jumat (9/10/2020).

Bangunan sementara itu masih digunakan sebagai tempat proses belajar mengajar untuk dua kelas. Ambruknya bangunan sekolah sementara ini disebabkan sudah terlalu lama, dua tahun lebih, dengan kekuatan bangunan yang direkomendasikan. “Sudah lama, makanya gak tahan angin kencang, dengan beban yang berat,” terangnya.

Diakui, selama dua tahun terakhir ini kerap terjadi angin. Namun angin kemarin itu hembusannya sangatbkuat, sehingga menyebabkan sekolah ambruk.

Pihaknya sudah melaksanakan rapat bersama guru-guru, lalu disampaikan ke pihak UPTD Dikpora Kecamatan Pemenang, untuk diteruskan ke Dikpora Lombok Utara.

“Kami sudah sampaikan ke UPTD Dikpora untuk bisa ditindaklanjuti, agar segera diperbaiki supaya bisa digunakan bersekolah kembali, demi kenyamanan anak-anak,” katanya.

Untuk bangunan yang ambruk, rencananya akan dipergunakan sebagai tembok pagar halaman sekolah. Kalau mendirikan kembali, tentu kewenangan dari pihak Dikpora. Pihak sekolah tentu tidak bisa membangun sendiri.

“Makanya kita sudah serahkan ke tingkat kecamatan dan kabupaten untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya.(flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaUnjuk Rasa Potensi Sebarkan Covid-19
Berita berikutnyaKasus Benih Jagung Bakal Dilimpahkan Ke Kejati