Angin Kencang, Aktivitas Nelayan Lumpuh

Angin Kencang, Aktivitas Nelayan Lumpuh
PERAHU PARKIR: Tampak deretan perahu di pinggiran pantai di Tanjung Luar, Lotim yang tidak bisa melaut akibat cuaca buruk yang terjadi sejak hari Jum’at lalu. (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG–Cuaca buruk berupa angin kencang yang disertai hujan, terjadi di sejumlah daerah beberapa hari terakhir ini. Sehingga membuat aktifitas para nelayan lumpuh, dan mereka lebih memilih untuk tidak melaut, serta memarkirkan perahunya di pinggiran pantai.

Seperti dituturkan salah satu nelayan, Mursin, warga Dusun Kampung Baru, Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), yang mengaku sejak datangnya angin kencang, membuat para nelayan seperti dirinya lebih memilih diam dirumah dari pada berlayar dengan resiko tidak baik. “Yang kita takutkan itu ketika kita sudah sampai di tengah, tiba-tiba angin barat datang dan menghantam perahu motor milik kita,” ungkapnya, Minggu kemarin (9/7).

Menurut Mursin, cuaca buruk yang melanda sejumlah daerah ini terjadi sejak hari Jum’at lalu. Karena tak bisa melaut, akhirnya para nelayan lebih memilih mencari aktivitas lain, seperti memperbaiki jala yang rudak atau mengecat perahu motornya yang kelihatan sudah kusam.

Meski ada sebagian nelayan yang turun melaut sambungnya, namun para nelayan itu hanya berada di sekitar pantai saja, tidak berani sampai ke tengah laut yang bisa membahayakan dirinya sendiri. ”Sebagian sih ada yang melaut, tetapi hanya berada di pinggir-pinggir saja. Tidak ada yang berani sampai ke tengah,” imbuhnya.

Dari perhitungan para nelayan, cuaca akan kembali normal diperkirakan seminggu lagi. Artinya, dengan keadaan cuaca yang terjadi saat ini bisa dipastikan para nelayan akan kesulitan mencari nafkah untuk keberlangsungan hidup sehari-hari keluarganya. ”Seorang nelayan itu kalau tidak melaut sehari, akan kesulitan memenuhi kebutuhan, karena laut merupakan ladang penghasilan bagi kami,” ujar Mursin.

Senada, Mardan, nelayan lain dari Telaga Bagek mengatakan, sejak cuaca buruk melanda beberapa hari ini, para nelayan yang tidak berani turun melaut lebih memilih memperpaiki jala dan memperbaiki perahu motornya. “Tidak melaut, takut resikonya besar nanti,” paparnya.

Sedangkan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas 3 (tiga) Pemenang, melalui surat edaran yang diterima Pemkab Loteng melalui Kabag Humas Pemkab Lotim, Ahmad Subhan, menyampaikan dan mengimbau kepada masyarakat, agar memperhatikan keselamatan, baik terhadap terhadap penumpang maupun pengguna laut selama cuaca buruk terjadi.

“Menurut prakiraan dan imbauan yang kita terima dari BMKG Maritim Wilayah Selat Lombok, akan terjadi cuaca buruk selama tanggal 7 hingga tanggal 13 Juli 2017, yang akan melanda wilayah perairan Selat Lombok dan sekitarnya,” singkat Subahan. (cr-wan)