Anggota Pamwal Bupati dan Petugas Kebersihan Reaktif

Berdasarkan Hasil Rapid Test

DIPERKETAT : Pemeriksaan tamu yang masuk ke gedung pemerintahan Lombok Barat di Giri Menang diperketat dalam rangka pencegahan Covid-19. (Fahmy/Radar Lombok)
DIPERKETAT : Pemeriksaan tamu yang masuk ke gedung pemerintahan Lombok Barat di Giri Menang diperketat dalam rangka pencegahan Covid-19. (Fahmy/Radar Lombok)
Advertisement

GIRI MENANG– Kasus Covid-19 di Lombok Barat terus bertambah. Setelah ada penambahan yakni ajudan Bupati Lombok Barat terpapar, petugas melakukan tracing dan rapid test. Hasilnya, dua pegawai dinyatakan reaktif, sisanya non reaktif. Masing-masing seorang anggota Pol PP yang bertugas sebagai pasukan pengamanan dan pengawalan kepala daerah dan seorang tenaga kebersihan di Setda Lombok Barat.” Dua pegawai yang reaktif yaitu Pamwal dan cleaning servis,” kata Sekda Lobar, Dr. H. Baehaqi saat dikonfirmasi kemarin, Senin (13/7).

Sekda menjelaskan, dua pegawai yang reaktif tersebut sudah langsung menjalani isolasi mandiri dan menunggu waktu di-swab. Meski ada pegawai yang reaktif, pelayananan publik di sekretariat daerah tetap berjalan normal. Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid masih tetap masuk kerja, Sekda Lobar juga masih tetap masuk bekerja seperti biasa.” Pelayanan tidak ada yang terganggu, semua berjalan normal,” ungkapnya.

Namun sebagai langkah pencegahan, dilakukan penyemprotan disinfektan di Gedung Putih, pembatasan jumlah tamu, dan setiap tamu wajib menyesuaikan diri dengan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun serta menjalani pemeriksaan suhu tubuh.”Dari dulu kan kita sudah berlakukan protokol kesehatan, harus cuci tangan, pakai handsanitizer, menggunakan masker, cek suhu badan,” tegasnya.  Protokol kesehatan di komplek kantor Bupati Lombok Barat diperketat.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, Hj. Made Ambaryati, menjelaskan, untuk dua pegawai yang dinyatakan reaktif itu kini sudah menjalani isolasi untuk menunggu swab.”Mereka berdua menunggu di-swab,” katanya.

Karena yang harus di-swab itu banyak, mereka harus menunggu. Tapi informasi yang diterima, kemarin petugas sudah mengambil sampel mereka.

Sampai saat ini jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Lombok Barat sebanyak 356 orang. Dari jumlah itu pasien sembuh 205 orang, yang meninggal 23 orang dan pasien yang masih positif sebanyak 128 orang.  Kini semua kecamatan berstatus zona merah.”Semua kecamatan ada kasus Covid-19,” katanya.

Kecamatan yang paling banyak kasusnya adalah Kecamatan Labuapi dengan 33 kasus. Selanjutnya Kecamatan Gunung Sari dengan 24 kasus, Kecamatan Gerung 23 kasus, Kecamatan Lingsar 17 kasus, Batulayar 12 kasus, Narmada 5 kasus, Kuripan 3 orang, Kediri 8 orang, Sekotong 1 kasus, dan Kecamatan Lembar 2 kasus.”  Kasus di Labuapi, mereka banyak kerja di Kota Mataram tinggal di Labuapi sebagian besar,” tegasnya.(ami)