Anggota Dewan Tagih Pin Emas

F- M badran Achsyid

SELONG-Anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur mempertanyakan pin emas yang sampai saat ini belum mereka terima. Pin emas tersebut seharusnya dipakai saat mereka dilantik beberapa waktu lalu. Cuma waktu itu ada masalah dalam pengadaannya sehingga dewan dilantik tanpa pin emas. Pin adalah lambang kehormatan DPRD.

Salah satu anggota DPRD Lombok Timur yang mempertanyakan itu adalah M. Badran Achsyid. Ia menyebut pin gagal dibuat akibat tidak beresnya perencanaan dan tendernya sehingga menyebabkan pembuatannya bermasalah. “Dalam penentuan harga itu seharusnya menggunakan mekanisme yang jelas. Jangan malah menggunakan harga yang dulu. Emas itu beda dengan barang – barang yang lain, “ katanya kemarin.

Politisi Gerindra ini mengatakan, emas punya standar harga sehingga pada saat pembuatan seharusnya pihak ULP bertemu dengan pemborong apakah layak diberikan atau tidak. Sehingga salah satu persoalan yang mendasar pada pembuatan pin ini adalah kurangnya perencanaan.”Kalau sekarang pemenang tender itu tidak berani membuat karena tidak ada uang, kan jelas dalam kontraknya adalah 100 persen pengerjaan baru dibayar,” jelasnya.

“Kalau tidak menjadi hak milik kita tidak apa-apa. Tapi mari berikan pin itu sekarang. Selain pin yang harus kami terima, juga saya tuntut pin itu sesuai spesifikasi yang awal. Jangan malah dipotong-dipotong beratnya,” ungkapnya.

Ia mengatakan sebenarnya masalah pin ini tidak akan dipersoalkannya. Ia berharap kedepan agar berhati-hati dalam melaksanakan proyek.

Sebelumnya Wakil Ketua DPRD Lotim, Daeng Palori, mengaku kecewa karena dilantik tanpa pin. Padahal dua bulan sebelumnya ia mengingatkan agar hal-hal yang berkaitan dengan atribut anggota dewan agar diperhatikan betul. Sampai hari pelantikan tiba, pin belum jelas. “ Dua hari sebelum pelantikan kami mengecek bagaimana kesiapannya. Ternyata dari pihak yang dapat pengadaan sampai hari pelantikan belum juga tuntas,” katanya.

Dengan belum dilakukan pekerjaan ini, tentunya ia mempertanyakan apakah pengerjaan pin emas anggota dewan yang baru ini sudah sesuai ketentuan atau tidak. Proyek pin ini memakan uang daerah ratusan juta rupiah.” Pembuatan pin ini kan jarang-jarang dilakukan, tidak seperti membuat jalan dan lain – lain, tetapi molor seperti ini,” ungkapnya kecewa.(wan)

 

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid