Anggaran Plaza Udayana Jadi Rp 6 Miliar

DESAIN : Anggaran turun lagi menjadi Rp 6 miliar sehingga desain Plaza Udayana diubah kembali. (SUDIRMAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Rencana pembangunan Plaza Udayana yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI telah didesain ulang kembali karena pengaruh anggaran yang dikurangi. Dari awal usulan Pemkot Mataram Rp 14 miliar berkurang menjadi Rp 10 miliar.

Kali ini, yang difinalkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI untuk Plaza Udayana hanya Rp 6 miliar. Sehingga ada beberapa perubahan pada pembangunan, termasuk amply teater yang mestinya pakai atap sekarang harus terbuka. ‘’Kita sudah ubah desain, paling lambat untuk tender bulan maret ini dan pengerjaan mulai 1 April mendatang,’’ kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H Nizar Denny Cahyadi kepada Radar Lombok.

Perencanaan proyek senilai Rp 6 miliar telah direvisi dan disetujui. Plaza ini diharapkan menjadi ruang rekreasi baru bagi masyarakat Kota Mataram. Ke depan, dengan adanya wahana ini bisa menambah semangat baru untuk menghidupkan kawasan Udayana yang saat ini mulai terlihat sepi.

Denny menjelaskan, perencanaan pembangunan sudah selesai direview oleh Inspektorat. Dokumen perencanaan segera diserahkan ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Mataram dan ditargetkan awal bulan Maret sudah ditender. Untuk item pekerjaan nantinya adalah plaza, amfiteater, panggung kesenian, ruang utama, gudang, ruang ganti serta item lainnya. Untuk pedagang kaki lima menjadi kewenangan dari Dinas Perdagangan Kota Mataram.

Untuk, pembangunan fasilitas terutama amfiteater ini akan dilakukan di tugu batu Bumigora saat ini. Sementara tugu yang ada akan dipindahkan ke bagian depan dengan pahatan lukisan yang ada. Pemilihan lokasi tersebut karena dinilai cukup strategis karena menonjolkan kesenian daerah selama ini.

Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram I Gde Wiska mengatakan, untuk beberapa proyek yang bersumber dari DAK harus diawasi lebih awal, serta target pengerjaan yang harus jelas. Jangan sampai ada salah perhitungan maupun perencanaan dari awal.

Pihaknya mendorong dinas terkait untuk terus melakukan ekspose terlebih dahulu sebelum pengerjaan dimulai terutama di Komisi III DPRD Kota Mataram sehingga diketahui arah dari pembangunan secara detail selama ini. ‘’Kita selalu ingatkan, Pemkot Mataram jangan sampai salah perhitungan seperti proyek sebelumnya. Sehingga bisa menjadi temuan dikemudian hari, apalagi sampai mangkrak tidak dituntaskan pengerjaan,’’ katanya.
Untuk pemilihan pemenang tender juga harus diseleksi, terutama kontraktor lokal yang patut diakomodir saat ini.

Selama ini ditemukan beberapa proyek besar maupun kecil di Kota Mataram banyak dikerjakan kontraktor luar daerah. Hal ini sangat disayangkan apalagi masih banyak kontraktor di Kota Mataram yang dianggap mampu dari segi finansial maupun SDM yang ada. (dir)

Komentar Anda