Anggaran Pilkades di KLU Dipangkas Rp 600 Juta

Atmaja Gumbara (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Pemerintah KLU memangkas anggaran Pilkades serentak 2021 sebesar Rp 600 juta, sehingga anggaran yang semula Rp 2 miliar menjadi Rp 1,4 miliar. “Anggaran pilkades dikurangi menjadi Rp 1,4 miliar. Setelah kami hitung dicukup-cukupkan untuk memenuhi kebutuhan pada saat penyelenggaraan pilkades serentak di tahun ini,” ujar Kabid Penataan Administrasi Desa DP2KBPMD KLU Atmaja Gumbara kepada Radar Lombok, Rabu (7/4).

Sebelumnya sudah diupayakan agar anggaran Pilkades ini tidak terpangkas pada refocusing, namun karena kebutuhan daerah dalam penanganan covid-19 besar, mau tidak mau harus dipangkas. Hal ini tentu harus dimaklumi, mengingat pendapatan asli daerah (PAD) juga berkurang drastis. “Jadi, kita harus maklumi kondisi pengurangan ini dan kami pun menyesuaikan sesuai kondisi alokasi anggaran,” katanya.

BACA JUGA :  FLS2N-SD Wadah Berkreasi dan Berekspresi

Pada tahun ini, jumlah desa yang akan melaksanakan perhelatan Pilkades serentak sebanyak 14, terdiri dari 10 desa yang baru definitif yakni yaitu Desa Menggala, Segara Katon, Rempek Darussalam, Santong Mulia, Pansor, Samaguna, Andalan, Gunjan Sari, serta Batu Rakit. Kemudian empat desa lama yakni Desa Sokong, Sambik Bangkol, Pendua dan Kayangan.

Adapun terkait anggaran yang dipangkas, dalam hal ini pihak pemerintah desa diharapkan ikut menutupi kekurangan. Misalnya terkait alat pelindung diri (APD) berupa masker, sarung tangan, hand sanitizer, sabun tangan, tempat cuci tangan, dan lainnya. “Boleh mengalokasikan anggaran untuk keperluan pilkades serentak tapi dikhususkan penanganan covid-19,” jelasnya.

BACA JUGA :  Target PAD Wisata KLU Rp 1 Miliar, Tercapai Rp 178 Juta

Untuk menggelar Pilkades akhir tahun ini, dipastikan siap dilaksanakan. Mengingat anggaran sudah final, regulasi perda tentang penyelenggaraan pilkades juga sudah direvisi dan tuntas. Termasuk pengisian Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). BPD lah nanti yang akan membentuk panitia pilkades. “Lalu nanti panitia yang bertugas menyusun jadwalnya dan rundown pelaksanaan persiapan. Untuk kepastian tanggal pilkades. kita masih mengacu pada bulan Oktober mendatang, tapi bisa saja diundurkan disesuaikan dengan kondisi lapangan nanti,” imbuhnya. (flo)