Anggaran Pelatda PON Minim, Pelatih Minta Diizinkan Galang Dana

GALANG DANA : Inilah saat sejumlah pelatih melakukan penggalangan dana untuk keperluan Pelatda PON pekan lalu. ( NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Besaran anggaran yang diperuntukkan buat Pelatda Pekan Olahraga Nasional (PON) dinilai cukup memprihatinkan bagi sejumlah pelatih.

Para pelatih lalu meminta agar diizinkan galang bantuan dana untuk Pelatda PON di jalan raya, seperti yang dilakukannya pekan lalu. “Kami mohon restu bapak gubernur dan semua pihak, agar kami yang tau betul kondisi Pelatda diberikan izin galang dana untuk kebutuhan atlet kita,” pinta Ketua Forum Komunikasi Pelatih NTB Agus Suharyan.

Dikatakannya, anggaran sebesar Rp 2,5 miliar untuk Pelatda PON jumlahnya terlalu sedikit buat menghasilkan prestasi. Bagaimana tidak, setelah dirincikan secara detail, untuk uang saku atlet berjumlah sekitar Rp 1.610.000, dan Rp 700.000 untuk konsumsi atlet selama satu bulan.

Ini artinya, atlet hanya akan mendapat uang saku sekitar Rp 10.000 dan uang konsumsi sebanyak Rp 23.333 per hari. Sehingga kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan bagi olahraga NTB. Sekelas atlet PON diperhatikan sedemikian parahnya. “Jika demikian hitungannya, bagaimana mungkin atlet kita bisa dapat pasokan gizi sebagai amunisi latihannya,” lanjutnya.

Agus yang juga Pelatih Pelatda untuk Cabor Kempo ini mengaku cukup kecewa dengan keputusan Dispora, KONI NTB, beserta peserta rapat yang digelar Rabu (27/1) lalu. Pasalnya, pelatih yang faham betul dengan keadaan atlet serta yang dibutuhkan Pelatda PON tidak dilibatkan membahas konsep Pelatda.

Menurutnya, peruntukan anggaran buat Pelatda sangat-sangat tidak ideal. Mustahil baginya Pelatda bisa berjalan maksimal dan menghasilkan atlet berkualitas. Sehingga atas dasar pertimbangan tersebut, pihaknya akan mencari solusi dengan caranya sendiri. Salah satunya dengan menggalang dana bantuan Pelatda PON di jalan raya.

“Perihal jadwal penggalangan dana, kami akan melihat kondisi. Kalau misalnya kita kekurangan dalam seminggu, maka kita akan turun ke jalan satu kali seminggu, demi menopang kekurangan kita,” tambahnya.

Agus juga meminta, agar sejumlah Ketua Pengprov Cabor yang menghadiri rapat bersama Dispora dan KONI NTB itu harus sanggup menalangi kebutuhan Pelatda PON. Karena secara defakto, mereka sudah menandatangani berita acara terkait konsep pelatda yang dilangsungkan selama 6 bulan dengan dana Rp 2,5 miliar.

“Ketua Pengprov yang sepakat konsep Pelatda dengan besaran dana Rp 2,5 miliar itu harus siap menalangi kebutuhan atlet dan pelatih,” harapnya.

Sementara itu, Pelatih Tinju NTB Indah Dugi Cahyono mengaku heran dengan keputusan para pihak terkait Pelatda PON. Baginya keputusan itu sangat tidak sesuai dengan semangat yang selalu dikobarkan pemerintah.

Atas kondisi tersebut, Dugi lantas sependapat kalau solusi dengan penggalangan dana dilakukan kembali. Karena dengan cara itulah kebutuhan atlet dan pelatih menjadi sedikit terbantu. “Jika itu untuk kepentingan bersama, kenapa tidak kita cari solusi dengan galang dana di jalan raya,” tutupnya. (rie)