Anggaran KONI KLU Minim, Bonus Zohri dan Sudirman Menyesuaikan

Lalu Mohammad Zohri (kiri) dan Sudirman Hadi pelari 100 meter putra asal Nusa Tenggara Barat pada PON XX Papua 2021 di Stadion Atletik Mimika Sport Complex, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (6/10/2021) (Foto: PB PON XX PAPUA 2021/Peksi Cahyo)

TANJUNG–Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengirim dua atlet berprestasi pada PON XX Papua awal Oktober lalu. Yakni dua atlet atletik Lalu Muhammad Zohri dan Sudirman Hadi.

Tercatat kedua atlet kelas dunia ini berhasil menyumbang empat medali untuk NTB. Rinciannya, 2 medali emas diraih oleh Zohri pada Nomor Lari 100 Meter Putra dan Nomor Lari 200 Meter Putra. Kemudian 1 medali perak diraih oleh Sudirman Hadi pada Nomor Lari 100 Meter Putra. Serta tambahan 1 medali perunggu diraih oleh Zohri yang tergabung dalam Tim Estafet Putra 4×100 meter.

Untuk peraih medali emas, dipastikan mendapatkan Rp 300 juta dari Pemerintah Provinsi NTB. Untuk perak dan perunggu belum ditentukan. Termasuk untuk atlet yang belum meraih medali. Selain dari provinsi, para atlet juga mendapatkan reward atau bonus dari pemerintah kabupaten/kota.

BACA JUGA :  Pengamatan Hilal Penentuan Idulfitri Dilaksanakan di Loang Baloq pada 11 Mei 2021

Lantas berapa reward untuk Zohri dan Sudirman dari Pemerintah KLU? Ketua KONI KLU Burhan M Nur mengatakan, pihaknya belum memastikan kapan dan berapa besaran reward yang akan diberikan kepada kedua atlet tersebut. Sebab, anggaran KONI sejatinya telah disetujui Rp 1 miliar pada APBD perubahan, namun dipangkas menjadi Rp 250 juta.

Anggaran Rp 1 miliar itu sudah direncanakan untuk perhelatan PON. Mengingat KLU mengirim atlet kelas dunia, dan diyakini mendapat medali, sehingga disiapkan pula reward-nya. Di samping anggaran tersebut untuk operasional dan juga kegiatan sejumlah cabor. “Kami memang belum memberikan reward kepada kedua atlet tersebut karena melihat kondisi anggaran, namun nanti ada rencana untuk kami berikan tapi tidak sebesar dari rencana awal yang telah kami tetapkan,” ungkapnya, Selasa (26/10).

BACA JUGA :  Pemberian Bonus Atlet oleh Gubernur NTB Diwarnai Kericuhan

Awalnya pihaknya mempersiapkan sekitar Rp 50 juta untuk peraih medali emas. Namun karena anggaran KONI dipangkas oleh pemda, maka reward tentu menyesuaikan. Karena KONI juga harus membiayai cabor lainnya. Di samping operasional sekretariat, gaji pegawai dan sebagainya. “Kita saat ini memiliki 20 cabor yang tentu harus kita perhatikan untuk menunjang aktivitas mereka. Namun intinya kami akan persiapkan bonus kedua atlet namun tidak besar,” terangnya. (flo)