Anak Rhoma Irama Caleg Dapil Lombok

Muazzim mengaku tidak khawatir jika suaranya akan kalah. Menurutnya, siapa yang terpilih telah digariskan Tuhan. Manusia hanya bisa melakukan ikhtiar semampunya. Aturam yang ada saat ini tidak membuat Vicky sebagai ancaman. Muazzim menilai positif hal itu, nama PAN akan semakin dikenal khususnya di NTB. “Rhoma Irama yang akan datang kampanye sekaligus konser dangdut. Kami optimis PAN akan banyak kursi dapil NTB kalau begini,” ucapnya. 

Disampaikan juga, bacaleg PAN yang telah berjuang meraih suara rakyat, tidak akan sia-sia. Setiap suara akan dihargai dengan rupiah. “Bagi caleg yang tidak dapat kursi dengan perolehan suara 10 persen ke atas, maka akan dapat konpensasi. Caleg yang gagal akan dibayar suaranya senilai Rp 10 ribu per suara tingkat DPR RI, kemudian Rp 15 ribu untuk DPRD provinsi dan sebanyak Rp 20 ribu tingkat DPRD kabupaten/kota,” ungkapnya. 

Kebijakan PAN menerapkan aturan tersebut, agar tidak lagi ada masalah di internal. Seringkali selama ini, caleg yang mendapat suara besar tapi belum mendapat kursi, mendesak partai untuk dilakukan pergantian antar waktu (PAW). Hal itulah yang ingin dihindari. Biaya yang telah banyak dikeluarkan oleh kader, setidaknya bisa ditutupi dengan kebijakan tersebut. “Agar yang terpilih gak disibukkan PAW. Kita juga di partai gak mau disibukkan hal-hal PAW,” tandas Muazzim.

Salah seorang fans Rhoma Irama di Lombok, Sadarudin yang dimintai tanggapannya mengaku kaget jika anak Rhoma maju caleg dapil NTB. “Kalau Rhoma nyaleg, wajib saya pastikan akan pilih Rhoma. Tapi ini kok anaknya, kan gak kita tahu juga. Emang dia tahu kondisi Lombok,” ujar Sadarudin. 

Jumlah kuota kursi untuk NTB hanya 11 kursi. Terdiri dari pulau Lombok 8 kursi dan pulau Sumbawa 3 kursi. Orang-orang yang maju, memiliki kekuatan jejaring dan finanasial. (zwr)