Anak Punk Bikin Resah Pengguna Jalan

MATARAM- Tiga anak punk asal Kabupaten Malang Jawa Timur terjaring operasi Satgas Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Kota Mataram saat ketiganya beraksi ngamen di simpang empat Dasan Cermen Kota Mataram kemarin.

Ketiganya tak berkutik saat petugas datang dan menggiring mereka. Selama ini mereka memang biasa mangkal di perempatan ini. Banyak pengguna resah karena mereka menjalankan aksi meminta-minta dengan cara memaksa.  “ Ketiganya punya tato  di bagian dada,” kata Kepala Disosnakertrans Kota Mataram H. Ahsanul Khalik, kepada Radar Lombok kemarin(25/8).

Ketiganya masing-masing Victor Syahputra (17), Afandi Setiawan (17) dan Muhammad Fajar (17). Ketiganya asal Desa Niagara Barat Kecamatan Lawang Kabupaten Malang.  Mereka akan dibawa ke Polres Mataram. Karena menurut pengakuan, mereka akan ada pertemuan anak punk Indonesia di sekitar Taman Kota Mataram pada hari Sabtu 27 Agustus mendatang. “ Kita berharap aparat kepolisian menindaklanjuti apa yang menjadi informasi dari mereka,” kata Khalik.

Ia menghimbau masyarakat juga memberikan informasi ke Satgas jika mengetahui ada kegiatan anak-anak punk. “ Keberadaan mereka ini bikin resah warga karena saat ngamen kadang maksa,” terangnya.

Koordinator Satgas Kurnia menambahkan, selain anak punk, Satgas juga gencar melakukan patroli. Saat ini banyak laporan masyarakat terkait adanya anak punk yang turun ke jalan. Satgas juga terus fokus melakukan penertiban gelandangan, pengemis dan anak jalanan.(dir)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid