Anak Buruh Lulus Calon Praja IPDN dengan Nilai Tertinggi

CALON PRAJA IPDN: Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda saat foto bersama Novian Gilang Ramadhan Putra, yang berhasil lulus menjadi calon Praja IPDN dengan nilai tertinggi hasil SKD se-NTB. (FAISAL HARIS/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Menempuh pendidikan di sekolah ikatan dinas, tentu saja menjadi impian semua orang yang baru lulus dijenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat. Termasuk seorang pemuda asal Dusun Rutus, Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur, Novian Gilang Ramadhan Putra.

Gilang sapaan akrabnya, Calon Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal pendaftaran (Asdaf) Kabupaten Lombok Timur, ternyata berhasil menorehkan prestasi gemilang, yakni berhasil lulus IPDN dengan nilai tertinggi hasil SKD se-NTB.

Alumni SMAN 1 Terara ini mampu meraih skor 470, sehingga tercatat masuk peringkat 20 secara Nasional. Adapun ranking akumulatif dari seluruh tahapan, ia berada pada peringkat ke empat di NTB.

BACA JUGA :  Pecah Rekor,Positif Baru Covid-19 di NTB Tambah 320 Kasus

Meski begitu, perjuangan Gilang terbilang sulit. Ia sempat dicemooh karena dianggap cita-citanya ketinggian. Bahkan saat tes Kesamaptaan, ia terpaksa mengenakan sepatu robek yang dijahit, karena faktor ekonomi.

Perjuangan Gilang itu mengetuk pintu hati Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, yang langsung menemui keluarga Gilang. Sebab, ia lahir dari keluarga kurang mampu.

“Jadi  perjuangan Gilang yang tinggal di sepetak rumah bantuan dari program RTLH. Dan ayahnya seorang buruh yang setahun belakangan merantau di Kalimantan, layak kita atensi. Makanya saya undang Gilang untuk datang ke ruangan saya, akan  kita bantu sekadar menambah untuk biaya pendidikannya,” ujar Isvie menjawab wartawan.

BACA JUGA :  Jadwal Pembahasan Adendum GTI Diatur Ulang

Politisi Golkar itu menyatakan, perjuangan Gilang menjadi pengungkit anak muda NTB untuk bisa bangkit di tengah keterbatasan, meski kekurangan biaya pendidikan. Termasuk tidak mampu membeli sepatu.

“Insyaallah soal biaya itu akan ada jalannya asal ada kemauan. Gilang ini contohnya, bahwa keterbatasan dana tidak menyurutkan dia untuk belajar agar cita-citanya dapat tercapai,” kata Isvie.

“Sukses terus Gilang, ceritamu akan terus dikenang. Bahwa mimpi adalah milik setiap orang, khususnya batur-batur (teman-teman) Lotim. Teruslah perjuangkan mimpimu! Dan kami akan bersama untuk membantu perjuangannya,” tandas Isvie Rupaedah. (sal)