Ambil Hasil Buruan di Sungai, Santri Asal Bonder Lombok Tengah Tewas Tenggelam

Warga memadati rumah korban tenggelam, Hulahimi (16) di Dusun Lemet, Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah Senin (8/2/2021) sore. (IST/RADAR LOMBOK)

PRAYA–Nasib tragis dialami pelajar pondok pesantren di Praya yakni Hulahimi (16) warga Dusun Lemet, Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Nyawanya tidak tertolong setelah tenggelam di sungai yang berada di Dusun Suai, Desa Tanak Rarang, Kecamatan Praya Barat, Senin (8/2/2021) sore sekitar pukul 17. 00 WITA.

Saat itu korban sedang menembak burung di lokasi yang berdekatan dengan sungai. Saat korban berniat mengambil burung di sungai, kaki korban terpeleset dan jatuh ke sungai. Karena korban tidak bisa berenang, korban akhirnya tenggelam dan meninggal.

Kepala Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Selamet Riadi ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa adanya warga yang meninggal tenggelam saat mencari burung. Kuat dugaan jika korban memang tidak bisa berenang, sehingga tenggelam saat akan mengambil burung hasil tangkapannya itu. “Dia sedang nembak burung di pinggir sungai, kemudian setelah dapat nembak, burung tersebut jatuh di sungai, kemudian dia akan mengambil burung tersebut tapi tenggelam karena dia terlalu lelah berenang hingga tewas,” ungkap Kepala Desa Bonder, Selamet Riadi saat dihubungi Radar Lombok.

Sementara itu, Kapolsek Praya Barat AKP Hery Indrayanto  ketika dikonfirmasi membenarkan adanya warga Desa Bonder yang meninggal dunia karena tenggelam itu. Berdasarkan keterangan keluarga, korban sedang berburu atau menembak burung di pinggir sungai. “Pada saat mengambil hasil buruannya, kaki korban terperosok hingga terjatuh ke kali atau sungai di Dusun Suai, karena korban tidak bisa berenang dan tenggelam mengkibatkan korban meninggal dunia,” ungkap Kapolsek Praya Barat AKP Hery Indrayanto.

Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan langsung membawa korban ke Puskesmas terdekat guna mendapatkan pertolongan pertama. Hanya saja, ternyata korban sudah tidak bernyawa. “Kita juga sudah mendatangi rumah korban guna memastikan untuk tidak dilakukan autopsi yakni dengan membuat surat penolakan autopsi. Kami turut berbela sungkawa atas kejadian yang menimpa keluarga korban,” terangnya. (met)