Ali-Sakti Diyakini Bawa Perubahan

Warga Sembung Do’akan Kemenangan Ali-Sakti

Ali-Sakti Diyakini Bawa Perubahan
LAWAN DISKRIMINASI: Ali BD saat bersilaturahmi dengan masyarakat di Kelurahan Abian Tubuh, Kota Mataram belum lama ini. (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur dari jalur independen H Ali Bin Dachlan-TGH Lalu Gede Sakti Amir Murni kembali menegaskan akan berlaku adil terhadap komponen masyarakat NTB.

Pasangan Ali-Sakti menentang perlakuan diskriminatif. Hal itu ditegaskan Ali BD bersilaturahmi dengan warga  Lingkungan Abian Tubuh Selatan, Kota Mataram belum lama ini. Dalam pertemuan tersebut umat Hindu yang ada di Cakranegara siap memenangkan nomor 4 ini. “Inilah yang sangat kami harapkan.  Karena beliau maju jalur independen, jadi kebijaksanaan yang diambil nanti tidak ditunggangi kepentingan partai politik,” kata Made Sumantra, Kepala Lingkungan Abian Tubuh Selatan.

Dijelaskan lebih lanjut, pihaknya mengakui  sejak awal ia bersama warganya mengharapkan Ali BD menjadi pemimpin NTB. Karena, warga melihat Ali BD sebagai sosok pemimpin sederhana yang memiliki pemikiran bebas dan terbuka. Untuk itulah mereka ingin bertatap muka langsung dengan sosok pria yang akrab disapa Amaq Asrul tersebut.

Warga yakin bersama Ali BD, akan terjadi perubahan yang lebih baik. Khusunya perhatian terhadap umat Hindu yang selama ini kata dia merasa dianaktirikan. ” Saya tidak percaya Mamiq Ali BD ke kampung kita. Pas saya lihat beliau penampilan sederhana dan mampu memikat hati masyarakat yang ada di kelurahan Abian Tubuh ini,” akunya.

Dalam pertemuan tersebut, pihaknya mengeluhkan kondisi yang dialami warganya. “Masyarakat kami di sini berpenghasilan rendah, lapangan pekerjaan sulit. Tapi Kami tidak mengharapkan kami dikasih uang atau pekerjaan, kami hanya berharap tidak dianaktirikan karena sudah 10 tahun ini kita selalu dianaktirikan,” ujar Sumantra.

Bukan hanya itu, andai nantinya Ali BD  menjadi gubernur  agar memperhatikan masyarakat  di Bumi Gora ini bukan mensejahterakan dirinya sendiri atau golongannya. Warga meminta tidak ada diskriminasi terhadap minoritas. “Kami tidak muluk-muluk minta umat Hindu harus diperhatikan lebih. Tapi sejahterakanlah masyarakat NTB secara keseluruhan, karena kami umat Hindu ini juga orang NTB,” harapnya.

Menjawab dan menanggapi aspirasi warga Abian Tubuh tersebut, Ali BD menjelaskan dirinya sudah banyak belajar di Singaraja tentang lontar-lontar Bali. Bahkan, ia mengaku mendukung sebuah pernyataan dosen di Sekolah Tinggi Agama Hindu Kota Mataram dalam dialog yang dihadirinya belum lama ini. “Ketika dia sudah enam sampai tujuh keturunan hidup di Pulau Lombok dan Gumi Sasak, jangan sebut mereka orang Bali, orang Budha atau Kristen. Kita semua adalah masyarakat Pulau Lombok, orang NTB,” tegas Ali BD.

Dengan kondisi ini, baginya tidak perlu membeda-bedakan suku yang satu dengan suku yang lain. Yang terpenting adalah bagaimana menjalin persaudaraan demi terciptanya rasa keadilan bagi seluruh masyarakat NTB.

Ali BD menjelaskan, tugas pemerintah atau kepala daerah adalah memimpin semua umat. Tidak boleh membeda-bedakan umat satu dengan yang lain. Apalagi jika ada kepala daerah yang memanfaatkan jabatannya dengan hal-hal yang tercela. Justru  kepala daerah harus lebih banyak memberikan manfaat untuk kesejahteraan dan keadilan. “Bagi saya, presiden, menteri, gubernur semuanya sama saja. Kedudukan kita sama sebagai manusia. Jabatan hanyalah amanah rakyat,” tgasnya.

Ali BD menghargai rakyat lebih utama dari menghargai pimpinan. Hal ini dikatakan bukan karena ingin menarik simpati masyarakat.”

Saya mengatakan ini karena ini bukan saya akan lakukan, tetapi itu pengalaman yang sudah saya lakukan. Makanya orang yang tidak paham sering menganggap saya sengaja mencari kontroversi. Mereka tidak tahu apa yang sebenarnya ada dalam pikiran saya,” ungkap Ali BD.

Ditegaskan Ali BD tidak boleh seorang pemimpin berpandangan masyarakatnya berbeda-beda. Hal tersebut dibuktikannya sejak masih bergelut sebagai aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Ia keluar masuk kampung umat Hindu untuk berbaur dengan mereka.

Justru ia menekankan, masyarakat di NTB harus saling belajar. Bahu membahu bersama dalam persatuan membangun daerah. “Tugas saya adalah menyadarkan masyarakat. Saya tidak masalah tidak dipilih warga, tugas saya adalah memberikan pencerahan dan menjalin persaudaraan dengan semua masyarakat karena saya dipilih rakyat. Tidak harus Anda memilih saya.  Saya tidak akan pernah membenci rakyat,” tegasnya.

Ali BD  tidak kenal lelah turun menemui masyarakat. Senin malam (12/3) Ali BD blusukan ke beberapa dusun di Desa Sembung Kecamatan Narmada Lombok Barat. Warga Sembung yang terdiri dari beberapa dusun  sudah menantikannya sejak sore hari. Kehadiran Ali BD mengobati kerinduan warga yang ingin lebih dekat dengannya. ‘’Alhamdulillah, baru kali ini kami didatangi calon pemimpin NTB,’’ujar Bambang warga setempat.

Warga lantas  mendoakan Ali BD terpilih menjadi gubernur  dengan harapan rakyat NTB lebih sejahtera dibawah kepemimpinannya. Dalam sambutannya  Ali BD berbicara rendah hati dan  tidak membangga-banggakan gelar. Menurutnya bukan gelar yang utama tetapi bagaimana   bisa berbuat yang terbaik untuk masyarakat.

Ali BD bercerita sedikit tentang  seseorang yang menanyakan gelarnya tetapi dia menjawab dengan pertanyaan balik.” Kalau saya tak punya gelar tetapi  mampu (memimpin) bagaimana?,” katanya disambut tepuk tangan warga.

Ali BD menambahkan kedatangannya untuk bersilaturahmi bukan untuk datang kampanye. Menurutnya, silaturahmi sangat dianjurkan untuk saling mengenal dan saling mengetahui satu sama lain.  Ali BD juga bersyukur bisa menghadiri undangan masyarakat Sembung dan berharap silaturahminya dengan masyarakat  tercatat sebagai amal ibadah.  Ali BD kemudian mengakhiri pembicaraannya dengan memimpin do’a seperti yang diminta masyarakat setempat. Setelah selesai berdo’a kemudian masyarakat bergiliran untuk bersalaman dengan Ali BD.(tim)