Ali Sakti di Mata Pengerajin dan Rakyat Biasa

ali sakti
DIDUKUNG: Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur dari jalur independen H Ali Bin Dachlan-TGH Lalu Gede Sakti Amir Murni didukung berbagai kalangan di pilkada NTB. (DOK/)

SELONG – Keriuhan pesta demokrasi jelang pilkada NTB dirasakan hingga tingkat masyarakat bawah. Warga pun sudah memiliki pilihan untuk didukung. Ada pesan dan harapan kepada pasangan calon (paslon) yang didukungnya termasuk kepada paslon H Moch Ali Bin Dahlan dan TGH Lalu Gede Sakti (Ali-Sakti).

“Yang jelas Ali-Sakti menurut kami merupakan pasangan yang dapat diharapkan untuk menjawab aspirasi masyarakat banyak,” kata Amaq Rohini seorang pengerajin suri dari Desa Mamben Lauq Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur kemarin.

Diketahui, suri merupakan bagian penting yang harus ada ketika orang menenun tradisional. Ibarat motor dan bensin. Jadi, suri adalah bensinnya. Orang tidak bisa menenun tanpa suri. Dan satu-satunya pengerajin suri ada di Desa Mamben Lauq. Dari sinilah para pengrajin kain tenun tradisional memesan suri.

Menurut Amaq Rohini, pasangan Ali- Sakti khususnya Ali Bin Dachlan sudah sangat dikenal oleh masyarakat di Desa Mamben. Dia dikenal sebagai sosok dermawan dan suka membantu.

“Jadi, saya sebagai seorang pengerajin suri, berdo’a mudah-mudahan Ali-Sakti menjadi pilihan rakyat sebagai gubernur dan wakil gubernur NTB,” harapnya. Dia berharap kelak ada peningkatan perhatian pemerintah terhadap nasib para pengrajin seperti dirinya. “Semoga pemerintah nantinya ada program untuk mengembangkan usaha pengerajin suri yang kami giatkan,” harapnya.

Sementara itu, seorang satpam yang bertugas di sebuah SMPN di Kecamatan Pringgabaya, Zubaidi, mengaku terkesan dengan paslon Ali- Sakti. Menurutnya, paslon Ali-Sakti merupakan pasangan yang saling melengkapi. Kata dia, Ali Bin Dachlan selain dikenal sebagai seorang birokrat, juga pengusaha dan tokoh LSM. “ Beliau Ali BD adalah sosok sangat berpengalaman di pemerintahan, apalagi berpasangan dengan TGH Gede Sakti dari pondok pesantren dan organisasi terbesar di NTB. Jelas, sebagai alumni sebuah pondok pesantren NW, maka pribadi saya sangat tertarik dan simpatik kepada paslon Ali-Sakti” tandasnya.

Senada disampaikan seorang warga dari Desa Apitaik, Najamudin. Dikatakan, banyak program yang direalisasikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, ketika Ali Bin Dachlan sebagai Bupati Lotim dalam masa 2 periode (2003-2008 dan 2013-2018). “Infrastruktur bangunan dan jalan serta bantuan untuk masyarakat miskin,” kata Najamuddin.

Ditambahkan, pasangan Ali- Sakti terbukti dekat dengan masyarakat, pimpinan pondok pesantren dan masyarakat petani. “Insya Allah , Ali-Sakti merupakan paslon yang berpotensi unggul di banding calon lainnya,” pungkasnya. Ali BD dalam sebuah kesempatan mengatakan, seorang pemimpin harus punya visi misi dan ide besar, serta harus mampu mewujudkan ide besar tersebut. Dia pun mengungkapkan sejumlah gagasan dan ide besar untuk membangun NTB kedepan. Yakni diantaranya, pembangunan jalan bypass dari Gunungsari, Lombok Barat hingga Kayangan, Lombok Timur.

Keinginan Ali BD untuk membangun bypass ini dikarenakan arus lalu lintas yang kian padat mulai meresahkan warga. Mengingat jalur utama yang menghubungkan sejumlah wilayah di Pulau Lombok saat ini masih sangat kecil dan terbatas.

Sehingga, dirinya merasa masyarakat di Pulau Lombok akan kesulitan untuk terus tumbuh perekonomian dan pembangunannya dengan kondisi jalan yang ada saat ini.

Lompatan pembangunan harus diimbangi dengan ide besar dan ketersedian sarana mobilitas dan lalu lintas yang mendukung.“Susah orang Lombok kalau hanya satu jalan. Kita akan buat jalan besar untuk meretas ketertinggalan,” kata calon Gubernur NTB nomor urut 4 tersebut.

Bagi Ali BD, ide besar itu bukan hanya sekadar mimpi di siang bolong. Ia memikirkannya jauh hari bahkan sebelum hiruk pikuk masa pilkada dimulai. Ali BD telah memproyeksikan jalan yang ingin ia bangun lewat utara. Kemudian, ia juga melihat kondisi ketersediaan APBD Provinsi serta segala sesuatu yang dibutuhkan. “Anggaran yang dibutuhkan memang sangat besar. Butuh waktu sekitar lima tahun dengan anggaran sekitar Rp 3 triliun,” ujarnya. Tak peduli orang berpikir apa tentangnya, Ali BD siap mewujudkan apa yang menjadi visinya. Kondisi ini hampir serupa ketika dirinya memiliki keinginan untuk membangun dam Pandanduri ketika periode pertama menjabat Bupati Lotim. Sejumlah bupati sebelumnya, tidak ada yang berhasil merealisasikan pembangunan dam Pandanduri. Akibat saat itu biaya yang dibutuhkan sangat besar dan dinilai mustahil.

Namun Ali BD dengan tegas menyatakan ia siap mewujudkannya. Ia pun membuktikan saat ini bahwa dam Pandanduri bisa dibangun dan memberi dampak kesejahteraan bagi petani maupun ketersediaan air bersih bagi masyarakat selatan.

Termasuk dengan keberadaan Pelabuhan Labuhan Haji. Sejumlah pihak mencibir, mengkritisi hingga menentang niatnya untuk terus membangun Pelabuhan Labuhan Haji. Namun Ali BD tetap yakin dengan ide besarnya bahwa Labuhan Haji akan menjadi gerbang pusat aktivitas ekonomi di NTB pada masa mendatang.

“Karena pelabuhan adalah pusat perekonomian sebuah negara atau daerah maju. Tidak ada daerah yang maju tanpa pelabuhan yang mendukung,” tegasnya.

Kini, sedikit demi sedikit visinya mengenai Labuhan Haji mulai terlihat. Sejumlah perusahaan telah menjalin kontrak dengan Pemkab Lotim untuk menggunakan Labuhan Haji sebagai tempat mendroping sejumlah barang. Salah satunya yakni PT Manggala Surya Energi (MSE) yang menggunakan Labuhan Haji untuk mendistribusikan solar industri.

“Padahal ini belum jadi. Kolam labuh masih belum dikeruk, tapi sejumlah perusahaan mengantre mau menggunakan Labuhan Haji,” pungkasnya.( tim)