Ali BD: Tampah Boleq Bukan Tanah Ulayat

Ali BD: Tampah Boleq Bukan Tanah Ulayat
PAGAR KELILING: Lahan Tampah Boleq yang diklaim masyarakat sebagai tanah ulayat, kini dipagar keliling oleh PT Temada Pumas Abadi. Sementara sebelumnya DLHK berjanji akan membongkarnya. (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Ali Bin Dahlan, atau yang akrab di sapa Ali BD, menegaskan bahwa tanah Tampah Boleq di Desa Serewe, Kecamatan Jerowaru, bukan tanah ulayat. Namun lahan dimaksud menurutnya adalah tanah negara yang tidak boleh diperjualbelikan.

“Yang membuat sertifikat siapa? Dan tolong tanyakan siapa yang menjual tanah negara ini. Kenapa tanya ke saya?” tandas Ali BD, usai menghadiri penyaluran bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) di Lapangan Kantor Camat Sikur, Sabtu (26/8).

Ditegaskan Ali BD, status tanah Tampah Boleq bukan merupakan tanah ulayat seperti yang diklaim oleh masyarakat. Status tanah ini masih bersifat tanah negara yang tidak boleh diperjualbelikan oleh siapapun. ”Makanya sekarang ini saya menanyakan, siapa yang menjual tanah negara ya? Jangan anda katakan itu bukan tanah negara,” tegasnya.

Terkait dengan klaim masyarakat yang sedang ramai diperbincangkan. Kembali Ali BD menegaskan, kalau Tampah Boleq itu bukan tanah ulayat, tetapi tanah negara. “Siapa yang menyatakan ini tanah ulayat? Papuk (Kakek) mu iya. Apa namanya ulayat. Kalau tidak tau namanya tanah ulayat, jangan sebut ulayat ya,” geramnya.

Meski tanah Tampah Boleq sudah ada Surat Keputusan Masyarakat (SKM) yang mengatakan bahwa status lahan Tampah Bolek merupakan tanah ulayat. Namun menurut Bupati Lotim yang akan maju menjadi calon gubenur (Cagub) mendatang itu tidak ada. ”Tokoh siapa yang mengatakan tanah ulayat? Saya juga tokoh masyarakat ya,” sergahnya.

Sementara Ketua LSM Gumi Paer Lombok, Lalu Junaidi, menanggapi pernyataan Bupati Lotim itu justru mempertanyakan apa peran pemimpin (Bupati) ketika melihat masyarakatnya sedang mendapatkan masalah.

“Ketika masalah ini sudah bergulir di masyarakat. Dimana pemimpin ini berdiri? Dimana pemimpin ini duduk? Seharusnya dialah yang merupakan seorang pemimpin menyelesaikan dan ikut terlibat mengkondisikan masyarakat yang sedang resah,” tegasnya.

Melihat kondisi yang memanas saat ini, seharusnya Pemkab Lotim, dalam hal ini Bupati Ali BD, sudah sepatutnya turun langsung menyelesaikan persoalan yang terjadi di wilayah selatan. Sehingga permasalahan yang terjadi saat ini bisa diselesaikan dengan baik. ”Kalau Pak Bupati menganggap wilayah selatan adalah wilayah Lombok Timur. Silahkan selesaikan masalah ini,” pintanya.

Artinya, dengan melihat kondisi seperti ini, seharusnya pemerintah memberikan pemahaman kepada masyarakat. Bukan malah mempertanyakan kepada masyarakat yang sudah bertanya terkait status tanah yang ada.

”Kalau menjawab pertanyaan bupati itu. Jelas berdasarkan apa yang dilihat oleh masyarakat, dan apa yang dirasakan oleh masyarakat itu merupakan tanah ulayat, yang disimpulkan dalam konsep kesepakatan,” jelasnya.

Berbicara soal SKM sambungnya, menurutnya SKM merupakan kesepatakan tertinggi. Dimana jadinya seorang pejabat itu berdasarkan kesepakatan masyarakat. Orang jadi bupati itu berdasarkan kesepakatan masyarakat. Orang jadi gubernur juga berdasarkan kesepakatan masyarakat yang tertuang dalam pemilihan.

“Menurut saya, hukum tertinggi di negara ini adalah kesepakatan. Negara itu ada atas dasar kesepakatan. Pancasila ada atas dasar kesepakatan, bukan atas dasar pasal. Jadi kesepakatan ini yang tertinggi. Jadi tanah ini (Tampah Boleq) sudah ada SKM-nya,” tandasnya.

Sedangkan Sekretaris Aliansi Masyarakat Menggugat (ALARM), Arsa Ali Umar mengatakan, berdasarkan SKM yang ada, maka tanah Tampah Boleq merupakan tanah ulayat. Sehingga pihaknya tetap meminta kepada pemerintah untuk mencabut izin yang sudah diterbitkan kepada PT. Temada Pumas Abadi yang dinilai bodong.

”Ini bukan malah dibongkar. Tetapi kok malah ditambah pagarnya. Kalau seperti ini, kita akan buat mimbar untuk menyampaikan, kalau tanah Tampah Boleq sudah dijual. Dan itu akan kita lakukan pada hari Kamis besok,” ancamnya. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid