Ali BD Larang Pungli Bantuan Nelayan

SELONG—Bupati Lombok Timur (Lotim), Ali BD melakukan pertemuan dengan ratusan nelayan Labuan Haji , Senin (14/11). Pertemuan itu berlangsung di areal  Dermaga Labuan Haji. Kesempatan itu, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) juga membagikan kartu asuransi kecelakaan laut terhadap sejumlah nelayan. Selain itu, para nelayan juga akan diberikan sejumlah bantuan perlengkapan untuk menangkap ikan.

Dalam pertemuan ini, Bupati Ali menelanjangi ulah sejumlah oknum nakal yang melakukan Pungutan Liar (Pungli) terhadap bantuan yang diberikan kepada para nelayan. Hal ini dikatakan, tak lepas karena banyak keluhan yang diterima dari para nelayan. Keberadaan bantuan sering kali tidak diberikan kepada para nelayan. Dan meski diberikan, namun tak sedikit dari bantuan yang diterima nelayan itu di pungut  oleh oknum nakal tersebut. “Setiap ada bantuan pemerintah untuk nelayan, mereka tidak dapat. Ada yang dapat bantuan, tapi ada oknum yang meminta uang,” beber Ali.

Oknum yang  melakukan praktik Pungli beragam latar belakang. Mulai dari pengurus kelompok nelayan itu sendiri, bahkan oknum pejabat yang ada di dinas terkait. Perilaku ini dianggap sangat tidak  pantas dilakukan terhadap para nelayan. Kenapa dimikian lanjutnya, karena para nelayan ini kehidupan mereka sebagian besar di bawah garis kemiskinan. “Oknum itu mau ingin bagian dari bantuan pemerintah. Bantuan itu dari negara bukan dari oknum tersebut,” lanjut Ali.

Ia mengingatkan, keberadaan bantuan nelayan ini jangan sampai ada oknum, termasuk oknum pejabat yang melakukan praktik terlarang. Jika itu ditemukan, dirinya tidak sungkan untuk memberikan tindakan tegas untuk mereka. Bahkan beberapa waktu lalu, sejumlah oknum pejabat di DKP dipecat begitu saja karena melakukan pungutan terhadap para nelayan.

“Luek dengan muni ku gemes jari bupati. Alur ku  gemes, selama ku jari bupati. Lamun jerak jari bupati endek ku tao gemas. Nengka ta gemas, lamun arak pejabat maling, lekak (Banyak orang bilang saya galak jadi bupati. Biar saya galak selama jadi bupati. Kalau berhenti jadi bupati saya tidak bisa lagi galak. Sekarang saya galak, red),” tegas Ali dengan menggunakan logat sasak.

Selama ini lanjutnya, penyaluran bantuan untuk nelayan masih belum merata. Setiap kali ada bantuan, hanya nelayan di wilayah tertentu saja yang diberikan. Sementara nelayan –nelayan di wilayah lain tidak pernah tersentuh bantuan. “Nelayan kita banyak, tapi selama ini bantuan nelayan kebanyakan diberikan ke Jerowaru. Makanya saya salahkan dinas terkait ,” ujarnya.

Dinas DKP juga ditekankan, ketika ada bantuan keberadaannya harus disampaikan secara transparan. Artinya, dinas terkait harus memberitahukan kepada para nelayan apa pun jenis bantuan itu. “Makanya bantuan yang ada, diutamakan nelayan yang tidak pernah dapat,” lanjut dia.

Diakhir pembicaraan, Ali BD kembali menyampaikan jangan sampai oknum pejabat di dinas meminta uang ke para nelayan yang diberikan bantuan. Baru-baru ini praktik Pungli terbongkar di wilayah Selatan. Dimana sejumlah nelayan yang diberikan bantuan mesin tempel didatangi untuk diminta sejumlah uang. “Ini bantuan pemerintah, sepeserpun jangan di pungut. Kalau ada minta uang maling namanya, di bok-bok (dipukulin, red) saja orang seperti  itu ,” ujar Ali yang disambut  gelak tawa para nelayan.

Sementara Kadis DKP Lotim, M. Tasywiruddin menyampaikan untuk tahun ini terdapat sejumlah program yang ada di dinas itu. Program di maksud  salah satunya program rehabilitasi daerah penangkapan yang dilakukan di sejumlah tempat di Lotim. Selain rehabilitasi, program ini juga bertujuan sebagai upaya untuk mengembangkan keberadaan terumbu karang.

Tidak hanya program itu, melalui dana alokasi khusus (DAK) yang didapatkan dari pemerintah pusat, pihaknya juga melakukan pengadaan terhadap sejumlah fasilitas tangkap ikan bagi para nelayan. Baik itu pengadaan jaring, alat pemasaran hasil tangkap ikan dan lainnya. Selain itu, tahun ini juga ada program premi asuransi kecelakan bagi para nelayan. Program ini menyasar 3.500 nelayan di wilayah Lotim. Namun untuk tahap pertama, sebanyak 465 nelayan yang sudah diterbitkan polis asuransi nelayan. “Sisanya menyusul, karena dilakukan secara bertahap,” tutupnya. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid