Ali BD Klaim Investasi di Lombok Timur Tertinggi

Investor Harus Taruh Uang Jaminan

Ali BD
Ali BD (M. GAZALI/RADAR LOMBOK)

SELONG—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) mengklaim jika realisasi investasi di daerah ini capaiannya paling tinggi jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di NTB. Jika ada kabupaten lain yang mengklaim investasinya tertinggi, maka itu dianggap hal keliru.

Bupati Lotim, Ali BD mengatakan, dalam menentukan nilai investasi itu jangan hanya melihat dari jumlah investor yang mendaftar. Tapi yang harus dilihat  adalah berapa realiasi investiasi yang mereka peroleh setiap tahunnya. Karenanya, kalau dilihat dari realiasi, Lotim tentu yang paling tinggi.

“Jangan anda bilang investasi Lotim rendah, dan investasi itu jangan anda hitung dari jumlah orang yang mendaftar. Tapi yang terealisasi. Kalau dari realiasi, kita yang terbanyak,” kata Ali BD, Sabtu (27/1).

Namun Ali BD sendiri tidak menjelaskan nilai pasti realisasi investasi yang diperoleh Lotim, terutama di tahun 2017. “Yang jelas kita terbanyak. Karena yang kita hitung realisasinya, bukan dari jumlah yang mendaftar,” tegasnya.

Lotim sendiri merupakan kabupaten yang paling diincar oleh para investor. Ini dapat dilihat dari jumlah mereka yang ingin berivestasi di Lotim. Namun tidak semudah itu akan diterima, melainkan melalui proses yang selektif.

Artinya, investor tersebut harus memiliki modal yang banyak dan punya kemauan untuk berinvestasi. Karena selama ini banyak sekali investor yang datang hanya sekedar sebagai broker. “Orang miskin datang berinvestasi dikatakan investor. Begitu, karena kita ini bukan Bupati bodoh,” singkatnya.

Lanjut Ali BD, jika ada investor yang ingin menanamkan modalnya di Lotim, mereka diwajibkan untuk menaruh uang jaminan di bank daerah. Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa investor tersebut betul-betul orang yang memiliki modal. Kalau itu tidak dipenuhi, jelas mereka tidak akan diberikan kesempatan untuk berinvestasi di Lotim. “Itu harus (taruh jaminan, red), dan apa yang kita lakukan ini sekarang sudah diikuti oleh kabupaten lain,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Lotim, ketika diminta data terkait investasi di Lotim setiap tahunnya. Petugas terkait belum bersedia memberikan.

“Belum bisa, karena datanya ada di flashdisc (alat penyimpan data), dan sekarang flashdisc-nya dibawa,” jawab salah seorang pegawai bagian pendataan, tanpa merinci siapa yang membawa flashdisc berisi data investasi di Lotim tersebut. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut