Ali BD Harapkan Pembangunan KEK Mandalika Libatkan Rakyat

ali sakti
MAJU BERSAMA RAKYAT: Ribuan masyarakat Lombok Tengah saat menghadiri kampanye dialogis paslon Ali-Sakti di Desa Puyung Kecamatan Jonggat. (TIM RADAR LOMBOK)

PRAYA – Putaran kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB nomor urut 4 HM Ali Bin Dachlan dan TGH Lalu Gede Muhammad Wirasakti Amir Murni (Ali-Sakti) menempati giliran di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah, Minggu kemarin (1/4).

Kesempatan itu dihadiri langsung paslon Ali-Sakti. Ratusan masyarakat Nampak berjejal memadati lokasi kampanye dialogis itu. Ali BD dalam kesempatan itu mengaku, siap melanjutkan pembangunan Kawasa Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Kuta Kecamatan Pujut. Karena program ini menjadi salah satu prioritas pemerintah, baik daerah, provinsi, dan pusat selama ini. “KEK ini bukan ekek (jorok). Ini adalah program pemerintah pusat yang membagi kawasan itu supaya khusus diperhatikan. Biayanya seratus persen dari pemerintah pusat,” ungkap Ali BD menjawab pertanyaan warga yang meminta tanggapannya terkait keberadaan KEK Mandalika.

Pria yang karib disapa Amaq Asrul ini melanjutkan, KEK Mandalika ini adalah program yang sangat bagus. Terlebih, pemerintah daerah tidak mampu membangun KEK. Sehingga kehadiran pemerintah pusat dinilai sangat tepat untuk memberikan bantuan program ini. “Pendapat saya tentang KEK Mandalika ini sangat bagus. Tetapi dia tidak bagus ketika tidak melibatkan rakyat NTB di sekitar area KEK dalam perencanaan pembangunan kedepan,” sesalnya.

Ali BD menuturkan,  dia  sempat berkunjung dan mampir di salah satu warung kecil di area KEK Mandalika. Di sanalah ia melihat pembangunan dilakuan di muka area bibir pantai. Hal ini ditegaskan Ali BD membuatnya tidak setuju. Karena ia menilai hal itu mengambil area publik. “Saya tidak setuju itu karena tetap area publik itu harus dijaga. Tidak boleh ada bangunan karena itu tempat anak-anak bermain, pengunjung pantai duduk (menikmati pantai). Itulah pembangunan, harus tidak boleh melupakan hak rakyat yang nyatanya memiliki lahan itu,” cetusnya.

Karena itu, Ali BD bertanya, apakah masyarakat, tokoh adat, budaya, agama dan pemerintah lokal dan semua lapisan kalangan perencana sudah dilibatkan dalam perencanaan pengembangan KEK Mandalika itu?. “Kalau belum diajak segera sekarang. Supaya nyambung tujuan pembangunan lokal, regional dan nasional,” usulnya lagi.

Ia mengatakan, tidak boleh sebuah pembangunan, terlebih pembangunan pariwisata tidak melibatkan unsur-unsur pengambil keputusan di daerah. Karena ia menegaskan inilah pembangunan yang berasal dari bawah. “Itulah arti dari reformasi, mengubah pemerintahan yang sifatnya dari atas ke bawah menjadi dari bawah ke atas,” katanya.

Ini juga yang kemudian menjadi alasan kenapa dirinya maju melalui jalur independen. Karena ia mengaku ingin setiap kebijaksanaan harus mendengarkan keinginan rakyat. Bebas dari tekanan partai, kelompok atau apapun dalam mengambil kebijakan nanti. “Yang boleh menekan calon independen adalah rakyat, karena hanya rakyat yang mencalonkannya,” tegasnya.

Dalam ilmu pemerintahan, pemerintah yang saat ditegaskannya adalah kelanjutan saat ini melanjutkan pemerintahan yang dulu. Sehingga ini berarti bahwa semua bupati, gubernur maupun pemimpin saat ini sejak Ruslan Cakraningrat, Wasita Kusuma, Gatot Suherman, Wasito, Harun Alrasyid, Serinate dan Zainul Majdi dikatakan Ali BD sebagai pemimpin yang memiliki tujuan yang sama. Yakni menyejahterakan masyarakatnya. Di mana setiap pemerinthanan gubernur ini telah menyisakan sebuah pembangunan yang begitu banyak bagi daerahnya. “Sehingga tidak boleh kita menganggap orang tidak pernah berbuat. Karena semua saling berkaitan. Pemerintahan itu baru akan putus ketika negara itu hancur. Alhamdulillah Indonesia masuk negara yang baik dengan segala macam cobaan yang kita hadapi,” ucapnya.

Hanya saja, dalam pembangunan ini, Ali BD mengingatkan bahwa untuk terus merawat pertumbuhan dan kemajuan di NTB, ia menegaskan kedamaian sangat dibutuhkan. Kedamaian dikatakannya sebagai ibu dari segala macam pembangunan. “Nggak bisa kita membangun kalau kondisi kita kacau balau kalau tidak damai,” katanya.

Sehigga, ia mengapresiasi betul apa yang telah dilakukan para aparat keamanan saat ini, untuk menjaga kondusivitas daerah. Ia menegaskan semua masyarakat wajib mensyukuri dan berterima kasih atas kinerja TNI-Polri serta sejumlah pihak yang telah berjasa untuk menjaga kedamaian di NTB. “Bangsa yang berbudaya adalah bangsa yang tidak pernah melupakan jasa-jasa orang yang telah memberikan bantuannya kepada kita. Sedikit atau banyak itu bangsa yang berbudaya,” jelasnya.

Orang yang berbudaya dikatakan Ali BD tidak melihat perjuangan menjadi calon gubernur NTB menjadi sebuah keniscayaan. Ini menurutnya harus menjadi salah satu upaya untuk melihat bahwa orang ingin berguna dan berjasa bagi daerahnya. “Makanya ketika saya kalah dalam pilkada bupati dan wali kota saya senyum saja. Karena saya tahu bahwa Allah belum mengizinkan saya,” ucapnya tersenyum.

Sehingga, ia meminta kepada semua pihak baik masyarakat maupun calon gubernur dan wakil gubernur NTB agar melihat kondisi saat ini adalah perjuangan dalam kebaikan. Tidak boleh saling menyerang, menjatuhkan atau mengganggu satu sama lain. “Kalau ada calon yang mau mengganggu. Itu bodoh, kita tidak boleh mengganggu siapapun kalau misalnya ada yang mau kampanye. Itu bangsa yang berbudaya,” jelasnya.

Itu yang kemudian dikatakan Ali BD membuat banyak calon saat ini berkeliling dari satu daerah ke daerah lain. Ia sendiri mendatangi sejumlah daerah yang dianggap sebagai daerah persaingnya seperti Kota Mataram, Pulau Sumbawa hingga Lombok Tengah. “Mereka semua adalah saudara saya. Ini cara kita harus berpikir. Karena manusia berbudaya jauh dari perasaan dengki, iri hati. Dia berpikiran luas dan tidak berpikir sempit,” tutupnya. (tim)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut