Ali BD Buka Puasa Bersama Majelis Taklim Datuk Lopan

ali sakti
BERBUKA: Cagub NTB nomor urut 4 HM Ali Bin Dachlan didampingi pimpinan Majelis Taklim Datuk Lopan Center saat menggelar buka bersama, Rabu kemarin (23/5). (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYA – Calon gubernur NTB nomor urut 4 HM Ali Bin Dachlan melanjutkan silaturahminya pada bulan Ramadan ini. Kali ini, Ali BD menemui jemaah Majelis Taklim Datuk Lopan Center Embung Muncan Dusun Lopan Desa Monggas Kecamatan Kopang. Kedatangannya untuk menggelar buka puasa bersama dengan ratusan jemaah di tempat itu.

Dalam kesempatan itu, Ali BD menyampaikan, kehidupan berbangsa dan bernegara tidak terlepas dari bagaimana kehidupan pemimpinya. Jika pemimpinya koruptor dan sering berutang, maka besar kemungkinan masyarakatnya juga meniru gaya pemimpin itu. Untuk itu, dalam kesempatan itu, ia berharap agar masyarakat bisa jeli dalam memilih pemimpin kedepanya. “Wajah masyarakat akan sama dengan wajah para pemimpinya. Karena kehidupan pemimpin mencerminkan kehidupan masyarakat itu sendiri. Kalau pemimpinya tidak baik, maka rakyatnya juga akan menjadi tidak baik,” ungkap Ali BD memberikan sambutan, Rabu kemarin (23/5).

Bupati Lombok Timur dua priode itu lantas menceritakan pola kepemimpinan yang dilakukanya di Lombok Timur. Dia merubah pola pikir masyarakatnya untuk taat membayar zakat dengan kebijakan yang diterapkanya. Kebijakanya bisa merubah kesadaran masyarakat dalam membayar zakat. Meski awalnya, banyak penolakan dan tantangan yang harus dihadapi. “Pada era kepemimpinan saya hampir 65 persen masyarakat sadar betapa pentingnya membayar,’’ cetusnya.

Saat ini, lanjut Ali BD, terjadi krisis kepercayaan masyarakat kepada pemimpin. Untuk itu, sudah saatnya masyarakat bisa memilih pemimpin yang adil dan bijaksana. Serta maju atas dasar kepentingan masyarakat, bukan karena golongan atau organisasi lainya. “Keberadaan para tuan guru seperti di Lombok Tengah masih sangat kuat. Untuk itu, dalam setiap proses saya selalu melibatkan para tuan guru. Bahkan, saya satu-satunya yang masih ngotot bahwa Baznas itu tetap Bazda. Karena kalau Bazda saya gunakan ulama sebagai penasihat,” ungkapnya.

Diakuinya, dalam percaturan sejarah negara seperti Soekarno memerintah. Banyak yang memuji pola kepemimpinanya sebagai tokoh dunia. Sehingga perilaku pemimpin itu adalah sebagian dari perilaku masyarakatnya. “Untuk itu, harus ada kelompok kritis juga yang terus menerus bekerja untuk memberi pencerahan kepada masyarakat. Apakah pemimpin itu baik atau tidak,” jelasnya.