Ali BD akan Fasilitasi Kepala Dusun Motor Dinas

Setelah berkeliling ke pasar melihat kondisi dan menyerap aspirasi dari pedagang dan pembeli pasar. Kemudian perjalanan dilanjutkan untuk menemui masyarakat yang sudah berkumpul menyambut kedatangannya di Kecamatan Alas. Di lokasi itu, kembali Ali BD menyatakan kalau kondisi jalan di Pulau Sumbawa ini memang dalam keadaan buruk. Padahal, ini merupakan tugas pemerintah Provinsi NTB. Namun, pihaknya tidak mengetahui secara pasti mengapa pemerintah provinsi tidak menyentuh kondisi jalan itu.

Jika dia nanti terpilih menjadi Gubernur NTB tidak akan jalan yang menjadi kewenangan provinsi untuk tidak diperbaiki kondisinya. ‘’Saya akan fokus bangun jalan nanti di Pulau Sumbawa ini, khususunya di Kabupaten Sumbawa tentunya yang jalan yang menjadi kewenangan kami di provinsi,’’ katanya disambut tepuk tangan meriah perserta kampanye dialogis.

Apakah Ali BD tidak takut dengan tidak berkolaborasi DPRD nantinya? Ali BD menjawab tidak takut sama sekali. Jika memang DPRD tidak setuju dengan program yang akan dijalankan nanti akan dilawan undang-undang. Karena pasal 1 UU di sebutkan pemerintah daerah tidak bisa diganggu oleh DPRD. Jika terjadi ketidaksepakatan antara pemerintahan daerah dan DPRD, maka pemerintahan daerah beloh melaksanakan program dengan merujuk pada UU yang mengatur hal itu. ‘’Jadi kalau DPRD tidak setuju atau menakuti-nakuti saya dalam menjalankan program, maka saya akan tinggal dia. Karena program yang akan kita jalankan jika diganggu, maka akan kita berlakukan UU yang mengatur hal itu ya,’’ tegasnya.

Sedangkan untuk permintaan agar semua kepala dusun (kadus) diberikan motor dinas oleh pemerintah? Ali BD menjawab seperti yang pernah dilakukan selama memimpin Lotim, yakni semua kadus diberikan sepeda motor. Namun, hal itu sebenarnya menjadi kewenangan pemerintah di desa. Kendati demikian, jika pemerintah kabupaten maupun desa tidak bisa membelikan semua kadus sepeda motor. Ali BD mengaku nanti akan membelikan kadus sepeda motor dinas yang tidak bisa dibelikan pemerintah kabupaten di NTB. ‘’Nanti kita provinsi yang berikan kadus sepeda motor yang tidak diberikan pemerintah Kabupaten,’’ ujarnya.

Kemudian, terhadap sering terjadinya harga pupuk petani yang terlalu mahal cukup singkat dijawab. Ali BD mengancam kepada agen pupuk yang menimbun maupun menjual pupuk subsidi dengan harga mahal untuk dipenjarakan. ‘’Tunggu saya jadi gubernur ya, saya akan penjarakan anda hai penjual pupuk bersubsidi dengan harga tidak sesuai HET,’’ ancamnya.

Sementara tuntutan masyarakat Matimega yang menuntut agar dibuatkan jalan yang layak karena selama ini tidak bisa dikerjakan pemerintah lantaran jalan tersebut berada dalam hutan lindung akan serius ditangani. Menurutnya, kendati jalan tersebut berada di kawasan hutan lindung, namun selama jalan itu untuk kepentingan rakyat, pihak manapun akan dilabrak kalau memang tidak diizinkan untuk membangun jalan itu. ‘’Tunggu saja saya menjadi gubernur, nanti jalan itu akan saya buat dengan kondisi yang sangat baik. Saya tidak takut siapapun selama itu demi untuk kepentingan masyarakat saya,’’ paparnya. (tim)