Ali BD akan Fasilitasi Kepala Dusun Motor Dinas

Ali Sakti
BLUSUKAN: Cagub Ali BD saat blusukan ke salah satu pasar di Kabupaten Sumbawa. (SURYA WIDI ALAM/RADAR LOMBOK)

SUMBAWA – Jadwal kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB nomor urut 4 H Ali Bin Dachlan dan TGH Lalu Gede Sakti (Ali-Sakti) di Pulau Sumbawa, terus berlanjut hingga akhir pekan lalu.

Setelah berkampanye di Kabupaten dan Kota Bima, Cagub Ali BD kemudian melanjutkan kampanyenya ke Kabupaten Dompu. Di kabupaten itu, Ali BD kembali memaparkan program kerjanya jika terpilih menjadi Gubernur NTB kedepanya. Dalam kesempatan itu, Ali BD juga mendengarkan aspirasi masyarakat seperti biasanya. Yakni, menjawab pertanyaan yang sama dengan warga Bima yang lebih mengengedapankan pendapat calon terhadap pemekaran PPS.

Dengan jawaban yang sama, kalau memang moratorium dibuka pemerintah pusat maka pemekaran itu akan terwujud karena posisi pemekaran PPS di pemerintah pusat berada di nomor urut pertama. ‘’Justru yang membuat saya khawatir, kami Provinsi Lombok yang akan tertinggal jauh dari PPS. Karena PPS harus kita akui memiliki sumber daya alam yang kaya. Tentunya nanti akan membuat PPS menjadi provinsi yang kaya,’’ katanya.

Pada Jumat (13/4) pagi, sebelum melakukan kampanye dialogis di lapangan Manggalewa. Sebelumnya, Ali BD terlebih dahului mengahdiri acara Isra’ Mi’raj di sebuah ponpes. Di ponpes itu, Ali BD memaparkan programnya nanti jika menjadi gubernur. ‘’Intinya di Dompu nanti akan kita bangun pabrik pengolahan jagung menjadi pakan ternak,’’ terangnya.

Menutup rangkaian kampanye dialogisnya di Pulau Sumbawa yakni dengan menyambangi masyarakat di Pulau Sumbawa, Sabtu (14/4). Pada pagi harinya, diawali dengan menyambangi pasar di salah satu kecamatan di Kabupaten Sumbawa, tepatnya antara perbatasan Dompu dan Sumbawa. Di pasar itu, ternyata Ali BD mendapatkan banyak keluhan dari para pedagang maupun pembeli. Di antaranya kondisi pasar yang tidak layak digunakan, sementara retribusinya jalan terus. Jika nanti jadi Gubernur NTB, pasar yang dikunjunginya ini akan diperhatikan dengan melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten agar apa yang menjadi penunjang kenyamanan dan keluhan warga pasar akan diatasi. ‘’Karena pasar menjadi pusat perekonomian terutama masyarakat miskin, maka kondisi pasar yang akan kita perhatian,’’ ungkapnya.