Ali BD Ajak Masyarakat Sasak Pintar Pilih Pemimpin

Ali BD Ajak Masyarakat Sasak Pintar Pilih Pemimpin
AKRAB: Calon Gubernur NTB HM Ali BD tampak akrab dengan Pengasuh Ponpes Qamarul Huda Bagu TGH Lalu Turmuzi Badaruddin saat silaturrahmi di lapangan umum Desa Batukuta Narmada. (TIM RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG – Kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB 2018-2023 HM Ali Bin Dachlan dan TGH LGM Wirasakti Amir Murni (Ali-Sakti) terus berlanjut.

Minggu kemarin (25/3), paslon nomor urut 4 ini bersilaturrahmi dengan masyarakat Desa Batukuta Kecamatan Narmada Lombok Barat. Silaturrahmi yang digagas Pengurus Cabang Nahdaltul Ulama (PCNU) Kabupaten Lombok Barat ini dihadiri ratusan jamaah dari Desa Batukuta serta sejumlah tuan guru dan alim ulama. Seperti Pengasuh Ponpes Qamarul Huda Bagu Kecamatan Pringgarata TGH Lalu Turmuzi Badarudin, Pengasuh Ponpes Tahfiz Qur’aniyah Batukuta Narmada TGH Izuddin Toyyib, Pimpinan Ponpes Pembuwun Desa Buwun Sejati Kecamatan Narmada TGH Nasruddin Muhdi, serta sejumlah tokoh penting lainnya. Silaturrahmi ini dipusatkan di lapangan umum Desa Batukuta Kecamatan Narmada, atau di depan Ponpes Tahfiz Qur’aniyah Batukuta.

Dalam kesempatan itu, calon gubernur NTB HM Ali Bin Dachlan (Ali BD) memberikan tausiyah kepada jamaah. Ali BD memberikan wejangan dengan menggunakan bahasa Sasak. Karena baginya tidak semua orang bisa menyampaikan materi pengajian dalam bahasa Sasak. “Hari ini saya akan memberikan pengajian dalam bahasa Sasak,” ujarnya.

Dalam uraianya, Ali BD menyampaikan, bahwa manusia diciptakan untuk saling mengenal dan belajar. Ali BD tidak menginginkan orang Sasak dibodoh-bododi oleh orang luar. Seperti ungkapan; dengan bodo tekaken isik dengan rireh (orang bodoh dimakan oleh orang curang). Oleh karena itu, sambung dia, orang Sasak tidak boleh menjadi orang yang bodoh. Kalau terus menjadi orang bodoh, maka akan dicurangi dan akan dimakan oleh orang yang pintar tapi curang.

Ali BD lantas mengutip salah satu penggalan ayat Alquran yang menyatakan, kalau orang berilmu memiliki derajat yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak berilmu. Dalilnya jelas dalam Alquran. ‘’Dengan bodo kance dengan pinter derajat ne beda lek sisi Allah (orang pintar dengan orang bodoh derajatnya  berbeda di sisi Allah). Untuk itu, marilah kita bersama-sama menjadi orang yang pintar dalam segala hal,” ajaknya.

Terutama, lanjut Ali BD, masyarakat Sasak harus pintar dalam memilih siapa yang akan menjadi pemimpinnya. Kalau masyarakat masih dipengaruhi atau ada masyarakat yang pecah belah untuk hal-hal yang tidak penting, bisa dikatakan orang tersbut  kurang sasaknya. “Keaslian suku Sasak adalah dari kekuatan agamanya, di mana orang Sasak tidak mudah pecah hanya karena perbedaan,” imbuhnya.

Bupati Lombok Timur nonaktif ini juga berujar, orang Sasak adalah potret dari Indonesia sekarang ini. Di mana orang Sasak, apapun yang terjadi di pusat tidak ada iri dan tidak ada sifat dengki.  Mau ada yang diberikan jabatan atau kedudukan, orang Sasak tetap diam saja.  Itulah ciri dari orang sasak asli. ‘’Dalam sesenggak (pribahasa) Sasak ini disebut datu panjak rakyat (pemimpin pembantu rakyat). Siapa jadi datu atau pimpinan dialah pelayan rakyat,’’ cetusnya.

Ali BD lantas mengurai, pemimpin sesuai Islam itu adalah pemimpin yang langsung dipilih oleh rakyat. Tidak melalui perwakilan, apalagi partai. Karena kalau lewat partai, partai memiliki kuasa penuh. Tapi kalau calon yang diusung rakyat, rakyat memiliki kuasa penuh dan tidak ada yang bisa memecat rakyat.

Saat ini, kata Ali BD, sejarah sudah memanggilnya untuk melakukan perbaikan dan memberikan pengabdian terhadap rakyat NTB. Ia mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang terhormat. Pemimpin yang terhormat itu tidak bermain politik uang dalam proses pemilihannya. “Kita pilih pemimpin yang terhormat, kalau ada calon yang bermain politik uang itu namanya calon pemimpin recehan,” cetusnya lagi.

Setelah panjang lebar memberikan tausiyah, Ali BD kemudian membuat sesi tanya jawab dengan jamaah yang hadir. Dalam kesempatan itu, Ali BD bertanya soal honor guru ngaji, perhatian kepada pemuda dan perhatian kepada para lanjut usia (lansia). Atas pertanyaan ini, Ali BD kemudian memberikan jawaban sendiri. Bahwa pihaknya sudah menerapkan semua itu sejak ia baru menjabat sebagai Bupati Lombok Timur tahun 2003 silam.

Kemudian, program itu masih berlanjut sampai sekarang yang dinamainya perda zakat. Begitu juga untuk perhatian kepada para pemuda, pihakya sudah membuka lapangan kerja bagi anak muda dan mengangkat para pegawai honor. “Kalau bisa menjadi gubernur, maka saya bisa berbuat kepada untuk masyarakat secara lebih luas lagi,” tandasnya.

Sebelum tausiyah politik itu disampaikan Ali BD, Wakil Ketua PC NU Lobar Ustad Islahudin mengajak semua jamaah yang hadir memilih paslon Ali-Sakti. Pasalnya, tahun ini NU memiliki tokoh  satu-satunya calon  gubernur NTB yang kiprahnya dan pengabdiannya  sudah nyata untuk masyarakat NTB. “Mari warga NU kita berikan dukungan kepada calon Gubernur Ali BD,” serunya.

Dalam kesempatan itu juga dihadiri calon wakil gubernur NTB TGH Lalu Gede Muhammad Wirasakti Amir Murni. TGH Gede Sakti datang agak terlembat setelah acara dimulai. (tim)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut