Aldi Akhirnya Diluluskan

SMA 1 Sembalun
DILULUSKAN : Aldi Irfan, siswa kelas XII IPS SMA 1 Sembalun akhirnya diluluskan oleh pihak sekolah. Aldi saat menyerah berita acara kelulusan yang diberikan langsung Kepala SMA 1 Sembalun disaksikan oleh berbagai unsur terkait di SMA 1 Sembalun, Sabtu (25/5). (M GAZALI/RADAR LOMBOK)

SELONG – SMA 1 Sembalun akhirnya meluluskan Aldi Irfan, siswa kelas XII jurusan IPS. Kebijakan SMAN 1 Sembalun berubah total setelah sebelumnya berkukuh untuk tidak meluluskan Aldi. Namun, kebijakan itu menunai sorotan sejumlah kalangan sehingga kebijakan sekolah itu kembali berubah.

BACA: Langgar Disiplin, Siswa SMAN 1 Sembalun Tak Lulus

Kelulusan Aldi ini diputuskan setelah melalui proses mediasi cukup panjang. Pihak sekolah pun akhirnya memutuskan untuk memuluskan Aldi pada ujian nasional (UN). Kelulusan Aldi tersebut resmi disampaikan sekolah saat mediasi terakhir di SMA 1 Sembalun, Sabtu (25/5). Pertemuan itu dihadiri sejumlah pihak terkait, seperti SMAN 1 Sembalun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan NTB, KPAI, LPMP, LSM, dan sejumlah pihak terkait lainnya.

Mediasi dan pertemuan tersebut berlangsung penuh suasana haru. Kedua pihak sepakat berdamai dan saling memaafkan. Bahkan Aldi dan kepala sekolah yang sebelumnya sempat tegang rukun kembali. Aldi selaku siswa di sekolah itu langsung memeluk kepala sekolah dan saling meminta maaf. Mediasi itu diakhiri dengan penyerahan kelulusan Aldi oleh pihak sekolah.

Usai pertemuan itu, Kasek SMA 1 Sembalun Sadikin Ali mengaku, setelah melalui berbagai langkah dan upaya untuk menyelsaikan persoalan ini, akhirnya bisa ditemukan jalan penyelsaiannya. Apa yang telah terjadi itu diharapkan bisa menjadi pelajaran bersama semua pihak. Terutama sekolah dan Aldi selaku siswa. Dia menyadari, dalam merubah suatu lembaga pendidikan menjadi lebih maju, semuannya tentu melalui proses. ‘’Berbagai proses itu merupakan bagian dari dinamika yang harus kita ke depankan. Soal ada pro dan kontra itu sesuatu yang wajar. Tapi semua itu bertujuan bagiamana kita bisa membangun SMAN 1 Sembalun ke arah yang lebih baik,‘’ cetus Sadikin Ali.

Selain itu, lanjut dia, dukungan dari semua lapisan masyarakat terutama yang ada di Sembalun juga sangat dibutuhkan. Selaku pimpinan di sekolah itu, tugasnya bukan hanya sekadar sebagai pendidik. Tapi juga menjadi orang tua, temandan partner bagi para siswanya untuk kemajuan sekolah dan siswa itu sendiri. ‘’Pada hari ini semuanya kita menyatu dalam suasana haru. Saya selaku pimpinan sama sekali tidak menaruh dendam. Tapi tujuan semata-semata bagiamana membangun pendidikan,‘’ tegasnya.

Sadikin pun lantas berpesan kepada Aldi agar ke depan bisa menjadi pribadi yang lebih dewasa dan  kritis. Tapi kritis itu harus disertai dengan etika yang baik. ‘’Kritis itu bagus tapi cara menyampaikan kritis itu harus sopan dan bertika. Kalau sudah bagus, maka semua elemen yang dikritisi akan mendapatkan masukkan yang sejuk,‘’ tambahnya.

Sementara itu Wali Kelas Aldi, Rehaiman tampak sumringah dengan penyelesaikan kasus Aldi. Dia mengaku senang, Aldi bisa lulus dengan baik. Sosok Aldi sejak kelas 1 sampai mau selesai menempuh pendidikan di sekolah itu dikenal sebagai anak yang memiliki kepribadian yang cukup baik. Hal itu dilihat dari prilakunya yang selalu menjadi contoh bagi teman-temannya yang lain. ‘’Alhamdulillah prilaku cukup baik, terutama tata kramannya. Dia selalu mengajak teman-temannya untuk salat berjamaah, dan juga selalu membimbing teman-teman terhadap sejumlah kegiatan yang ada di sekolah,‘’ aku dia.

Dari segi prestasi,  sebutnya Aldi cukup menonjol di dalam kelas dibandingkan dengan teman-temannya yang lain. Dia selalu mendapatkan rangking tujuh dan enam dari 20 siswa yang ada di setiap kelas. ‘’Ke depan kita mengharapkan Aldi akan semakin baik dan bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Sehingga nanti dia bisa membantu kita di sini,‘’ harapnya.

Dalam suasana itu, Aldi tak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya dan penuh haru atas kebijakan sekolah yang meluluskannya. Dia pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini telah berjuang dan membantunya untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapinnya itu. Secara khusus dia juga menyampaikan hal sama kepada pihak sekolah. ‘’Terutama untuk guru dan kepala sekolah saya juga ucapkan terima kasih karena selama ini telah mengajar dan mendidik saya sampai saya selesai menempuh pendidikan di sekolah ini,‘’ ucapnya.

Dia menyadari, jasa seorang guru memang tak bisa dibalas dengan apapun. Sebagai bentuk pengabdiannya dia hanya bisa memberikan doa kepada para guru yang telah mendidiknya selama ini, agar segala yang telah diberikan kepadannya selama ini dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah SWT. ‘’Saya hanya ingin sampaikan, semoga semua guru dan kita semua tetap diberikan kesehatan,‘’ tambahnya dengan nada haru.

Perwakilan ORI Perwakilan NTB Shabudin menyatakan, sebelumnya kasus yang tidak diluluskan Aldi ini sempat dilaporkan ke Ombudmsan. Di mana Aldi didampingi kuasa hukumnya datang langsung ke Ombudsman. Dari laporan itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dikbud NTB. ‘’Alhamdulillah, sampai hari ini bisa kita mengawal. Dan ini merupakan rangkaian dari proses penyelsaian kasus Aldi selaku pelapor kepada kami,‘’ ujarnnya.

Terhadap laporan itu lanjutnya, mereka kemudian melakukan evaluasi terhadap dokumen yang mereka pegang. Setelah dipelajari sebagian dokumen memang maladministrasi terkait kebijakan untuk tidak meluluskan Aldi. Selanjutnya pihak sekolah diminta untuk memperbaiki administrasi tersebut. ‘’Akhrinya pak kasek menyampaikan akan melakukan rapat evaluasi dewan guru yang telah dilakukan sebelumnya. Dan alhamdulillah hari ini (Sabtu, red), pihak sekolah mencabut keterangan tidak lulus terhadap Aldi,‘’ kata dia.

Kasus yang menimpa Aldi ini diyakini akan ada hikmahnya. Dan yang lebih panting adalah hal tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak terkait. ‘’Kita dari Ombudsman juga supaya kita saling memaafkan. Persoalan tersebut selesai sampai di sini dan tidak akan terulang kembali. Apalagi ini persoalan antara sekolah dan guru. Yang jelas, apa yang dilakukan kasek juga niatnya sangat baik yaitu untuk kemajuan sekolah,‘’ tutupnya.

Ditambahkan Divisi Hukum dan Advokasi LPA NTB Joko Jumadi, sejak kasus ini mencuat, pihaknya mengharapkan kasus yang menimpa Aldi ini ada jalan penyelsaiannya. Harapan itu pun akhirnya terpenuhi, Aldi yang sebelumnya tidak diluluskan oleh sekolah, namun setelah memalui berbagai proses, Aldi pun akhirnya diluluskan.

Kata dia, kasus Aldi menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Jika pun ada keselahan tentunya menjadi kewajiban bersama untuk mengoreksi. Tapi yang lebih ditekankan, agar kasus ini jangan sampai menjadi masalah yang berbeda. Dalam artian jangan sampai ada yang melaporkan karena ada siswa yang tidak diluluskan karena prilakunya yang memang buruk. Begitu juga dengan sekolah, supaya jangan takut untuk tidak meluluskan kalau siswa itu memang benar-benar tidak lulus. ‘’Kalau kita dri LPA yang kita lakukan yaitu melakukan negosiasi dengan sekolah. Kemudian dikoordinasikan dengan Ombdusman. Kalau rekomendasi dari Ombudsman tidak ditindaklanjuti, maka jalan terakhirnya tempuh jalur hukum. Tapi kasus Aldi ada jalan penyelsaiannya, yaitu diluluskan oleh sekolah,’’ pungkasnya. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid