Albhotyl Masih Beredar Bebas di Lombok Timur

Albhotyl Masih Beredar Bebas di Lombok Timur
BEBAS DIJUAL: Meskipun secara resmi obat Albhotyl telah dilarang peredarannya, namun apotik-apotik di Lotim tetap bebas memperjualbelikan. Tampak salah satu apotik di Lotim yang tetap memajang obat Albhotyl. (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG — Meski obat Albhotyl telah dilarang peredarannya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), namun hingga kini di beberapa apotik dan toko obat di Lombok Timur (Lotim), tetap masih bebas diperjualbelikan.

Terkait itu, Kepala Sesi (Kasi) Farmasi Makanan dan Minuman Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim, Ebang Yuliastuti, ketika dikonfirmasi mengakui kalau sejauh ini pihak Dikes memang belum melakukan sosialisasi, apalagi menarik obat Albhotyl dari pasaran.

Sejauh ini pihaknya baru sebatas melakukan imbauan melalui SMS atau Whatsap (WA) kepada semua Apoteker yang ada di Lotim, agar menarik obat Albhotyl dari pasaran. “Jadi sampai saat ini kita belum turun ke apotik. Tapi imbauannya sudah kita berikan kepada para Apoteker masing-masing apotik, dan itu sudah kami sebar,” ujarnya, Selasa kemarin (20/2).

Dijelaskan, Albothyl merupakan obat bebas terbatas berupa cairan obat luar yang mengandung Policresulen Konsentrat, dan digunakan untuk Hemostatik dan Antiseptik pada saat pembedahan. Biasanya juga digunakan pada kulit, telinga, hidung, tenggorokan (THT), sariawan, gigi dan vaginal. Namun sejak seminggu lalu obat ini diminta agar ditarik.

“Tapi ada juga imbauan yang kita dapat, kalau Albhotyl ini bisa dugunakan oleh masyarakat. Asalkan obat ini dicampur dengan air. Karena kalau digunakan langsung oleh pengguna, maka obat ini dapat mengganggu sel-sel kita, dan itu sangat fatal akibatnya,” jelas Ebang.

Dikes Lotim sendiri telah mendapatkan imbauan dari BPOM, kalau obat Albhotyl ini tidak boleh dijual lagi di apotik dan pasaran. Dalam hal ini, Dikes Lotim hanya bertugas sebagai pengawasan saja terhadap obat-obat yang dilarang ini. ”Tapi biar kita tidak turun, kita sudah berikan imbauan ke semua apoteker untuk tidak menjual obat ini. Kalau secara resmi kita belum turun,” akunya.

Jumlah apotik di Lotim saat ini sebanyak 78 apotik, yang tersebar di seluruh penjuru. Namun sejak ada larangan itu, pihaknya memastikan kalau semua apotik sudah tidak menjual lagi. ”Kita sudah berikan imbauan kepada semua apotekernya. Saya rasa tidak dijual lagi,” yakinnya.

Obat Albhotyl ini sebenarnya banyak dicari masyarakat. Apalagi obat Albhotyl dikenal ampuh untuk mengobati sariawan. Namun sejak ada imbauan kalau obat Albhotyl membahayakan, kini masyarakat sudah jarang ada yang membeli.

”Kalaupun ada yang beli, kita jelasin dulu kalau obat ini berbahaya untuk mengobati sariawan, dan kita tawari obat yang lain. Nanti kalau sudah ada perintah, kita akan tarik,” pungkasnya. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut