Alat RT-PCR Siap Dioperasikan di RSUD Provinsi

ALAT UJI : Kepala Dinkes Provinsi NTB, Nurhandini Eka Dewi, (kanan) saat menunjukkan Alat Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) saat dilakukan uji coba di RSUD Provinsi NTB (ist/radarlombok.co.id)
ALAT UJI : Kepala Dinkes Provinsi NTB, Nurhandini Eka Dewi, (kanan) saat menunjukkan Alat Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) saat dilakukan uji coba di RSUD Provinsi NTB (ist/radarlombok.co.id)

MATARAM-Pemeritah Provinsi (Pemprov) NTB sudah menerima Alat Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) lengkap dengan bantuan reagen dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan RI yang akan digunakan untuk pemeriksaan swab yang terutama bagi PDP Covid-19.

Kepala¬† Dinkes Provinsi NTB, Nurhandini Eka Dewi,Sp.A, MPH menyampaikan mengenai kesiapan alat RT-PCR sebagai langkah keseriusan Pemprov NTB dalam menangani pemeriksaan Covid-19 di Provinsi NTB. RSUD Provinsi NTB sudah dilengkapi kebutuhan prasarana sebagai salah satu jejaring laboratorium pemeriksaan Covid-19 berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK 01.07/Menkes/214/2020. “Mesin PCR RDUD Provinsi NTB sudah di instal, sudah dilakukan uji coba, semoga Senin¬† sudah running sesuai jadwal,”terangnya saat dikonfirmasi radarlombok.co.id.

Keberadaan alat RT-PCR sudah dilengkapi dengan reagen (cairan). Sehingga untuk tahap awal, lanjut Eka, akan memprioritaskan untuk pasien dengan status PDP, kemudian nanti akan dilanjutkan ke pasien status lainnya. “Kita mulai dengan PDP dulu,”katanya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB selaku juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, juga mengatakan¬† alat untuk menguji pemeriksaan Covid-19 di NTB akan memudahkan dalam pemeriksaan serta hasilnya juga bisa lebih cepat. “Ini baru di RSUP yang datang hari Jumat kemarin. Perlatan laburatorium ini untuk uji mandiri, yang selama ini harus kita kirim ke Surabaya, sehingga butuh waktu hingga 6 hari,”tambahnya.

Dengan adanya alat ini, lanjutnya, memudahkan untuk melakukan uji untuk hasil penelusuran kontak tracking. “Terlebih pelaratan uji laboratorium di RSUP NTB sekarang sudah ada, sehingga nanti uji untuk hasil penelusuran kontak tracking bisa cepat di ketahui,”sambungnya. (sal)