Alat Rapid Test Buatan NTB Tengah Diproduksi Massal

Prof dr Mulyanto( Faisal Haris/radarlombok.co.id )

MATARAM–Alat rapid test RI-GHA Covid-19 yang merupakan produksi dalam negeri yang melibatkan peneliti asal NTB, saat ini sedang diproduksi massal untuk tahap pertama yang akan dilauching pada 17 Agustus mendatang.
Hal itu diakui oleh peneliti asal NTB yang merupakan bagian dari pembuatan RI-GHA Covid-19 Prof dr Mulyanto. “Ya sudah mulai di produksi massal alat rapid test RI-GHA Covid-19 ini. Dan mau dilauching pada tanggal 17 Agustus oleh pak Gubernur NTB,”ujar Direktur Laboratorium Hepatika Bumi Gora Mataram ini saat berkunjung ke kantor Gubernur NTB, Senin (3/8).
Alat rapid diagnostic test RI-GHA Covid-19 yang diperkenalkan Presiden Joko Widodo pada 20 Mei 2020 lalu merupakan produk Republik Indonesia yang melibatkan para peneliti dari Univesitas Gajah Mada, Laboratorium Hepatika Mataram dan Univesitas Airlangga. Oleh karena itulah penamaan RI- GHA sendiri merupakan kepanjangan dari Republik Indonesia-Gadjah Mada, Hepatika Mataram-Airlangga. Semua pihak yang terlibat mendapat tempat dalam penamaan itu.
Mulyanto menggungkapkan, saat sudah banyak pesanan dari berbagai pihak. Karena itu, pada tahap pertama akan memproduksi alat rapid test RI-GHA Covid-19 sekitar 200 ribuan alat yang akan disiapkan. Pasalnya banyak pesanan baik dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI maupun dari pesanan lain. Laboratorium Hepatika sendiri mampu memproduksi alat rapid test sekitar 100 ribu perbulan.
“Dari Kementerian Kesehatan saja dipesan 100 ribu, terus dari yang lain-lain mungkin sekitar 100 ribuan yang juga sudah masuk pesanan. Jadi paling tidak 200 ribu lebih yang akan kita produksi di tahap pertama pada Agustus-September,”ungkapnya.
Untuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melalui dinas kesehatan sudah sejak dua bulan lalu memesan sekitar 5 ribu. Selain itu, Pemprov NTB juga mendapatkan jatah dari Kemenkes sebanyak 10 ribuan.
Apalagi khusus untuk NTB sendiri seperti permintaan gubernur, pihaknya diminta untuk mempersiapkan rapid test RI-GHA Covid-19 ini agar bisa dilauching pada tanggal 17 Agustus mendatang. “Oya pak gubernur tadi minta untuk dilauching yang di NTB ini pada 17 Agustus. Bersamaan dengan produk lain seperti motor listrik itu,”tegasnya kembali.
Mulyanto mengatakan, untuk produksi massal ini sudah tidak ada kendala. Ketersedian reagen sebagai salah satu bahan dari pembuatan alat rapid test sudah tidak ada masalah. “Bahan-bahannya sudah datang pada Sabtu kemarin. Jadi sekarang sudah tidak ada kendala, karena kurir yang ngirim itu sudah lebih profesional, tidak seperti sebelumnya,”katanya.
Akurasi alat ini ditegaskan Mulyanto, sudah tidak bisa diragukan lagi. Apalagi sudah lolos dalam uji laboratorium, sehingga sudah bisa dipakai langsung. “Ya seperti persyaratan alat rapit test pada umumnya sudah memenuhi syarat dengan akurasi antara 80 sampai 90 persen- lah yang kita buat ini,”tegasnya.
Meski saat ini berbagai negara tengah melakukan penelitian terkait pembuatan vaksi Covid-19, namun tidak kemudian menyurutkan pihaknya dalam memproduksi alat rapid test. Karena menurut Mulyanto, justru dengan adanya alat rapit test memudahkan dalam penggunaan vaksin apakah berhasil atau tidak. “Justru mestinya kalau ada vaksin untuk mengetahui vaksinasinya berhasil timbul anti bodi atau tidak, dengan adanya rapid test ini malah kelihatan. Jadi tidak masalah kalaupun sudah ada vaksin,”jelasnya.
Untuk pembuatan vaksin sendiri, pihaknya belum bisa melakukannya. Laboratorium yang dipimpinnya tergolong skala kecil untuk pembuatan vaksin, karena itu sulit direalisasikan. Sebab menurut perkiraannya pembuatan vaksin dalam negeri paling tidak hasilnya akan kelihatan satu sampai dua tahun. “Perkiraan saya ya satu sampai dua tahun baru kelihatan. Sedangkan dari luar (luar negeri) sudah mulai dipakai untuk melakukan uji coba,”terangnya.
Dalam kesempatan itu, Mulyanto menyampaikan sejak Laboratorium Hepatika didirikan pada 1984 silam dan diresmikan langsung oleh Presiden Suharto sebagai laboratorium penyakit hapatitis, sudah banyak karya alat kesehatan yang bisa mendeteksi penyakit dihasilkannya. Diantaranya alat uji penyakit malaria, HIV-AIDS, Hepatitis mulai B sampai G. Bahkan alat mendeteksi penyakit kanker tenggorokan. “Untuk tes kehamilan juga kami buat,”pungkasnya.(sal)