Al Madani Kembali Wisuda Santri Huffazul Qur’an

Al Madani Kembali Wisuda Santri Huffazul Qur’an
WISUDA: Peserta wisuda huffazul qur’an foto bersama Mudir Ponpes Islam Terpadu Al-Madani, TGH M Fauzan Zakaria Lc Msi. (JALAL/RADAR LOMBOK)

SELONG—Pondok Pesantren Islam Terpadu Al Madani Lengkok, Mamben, Lombok Timur (Lotim), belum lama ini kembali menggelar wisuda bagi para santrinya yang huffaz 30 juz. Kali ini wisuda digelar bagi 7 orang santri putri yang berhasil khatam atau huffaz 30 juz untuk level pertama melalui program Generasi Emas Menghafal Alqur’an (Gema).

Bahkan satu orang diantaranya berhasil meraih prestasi terbaik, mampu hafal 15 juz satu kali duduk, hingga dianugrahi penghargaan berupa piagam dan piala oleh Ponpes.

Mudir atau Pimpinan Ponpes Al-Madani TGH M Fauzan Zakaria Lc Msi mengatakan, gelar wisuda kesekian kalinya bagi para santri Al-madani merupakan wujud keseriusan pondok yang berdiri tahun 2006 ini untuk segera dapat dapat mewujudkan program ASA (Almadani Seribu Santri) pada 2026 mendatang.

“Sekaligus kami berharap momentum ini kami hajatkan untuk dapat meraih kembali kejayaan bangsa, negara dan agama dengan melairkan sebanyak-banyaknya penghafal alqur’an,” katanya.

Dengan demikian, kedepan Al-Madani akan berkonstribusi dalam melahirkan sebanyak-banyaknya ahli alqur’an yang mewarnai kantor-kantor atau lembaga atau instansi, pusat-pusat kegiatan publik dan sebagianya.

Sementara itu guna mendukung program ASA tersebut dikatakan, Al-Madani akan melakukan ekspansi diberbagai kecamatan dan kabupaten dan bahkan provinsi hingga mampu mendirikan lembaga pendidikan serupa. “Target jangka panjang kami bercita-cita membangun sertuas pondok di berbagai daerah guna mendukung program seribu penghafal alqur’an tersebut,” imbuhnya seraya menyatakan, untuk jangka pendek akan mendirikan Ponpes di beberapa di Lotim, KLU, Lobar dan Sumbawa.

Sementara itu, melalui program Gema yang  dikelola sejak tahun lalu telah berhasil melahirkan para penghafal alqur’an. Melalui pembinaan yang memadai dengan didukung oleh para ustad dan ustazah diyakini akan mampu melahirkan para huffaz. “Bahkan kami memiliki program akan melaksanakan kegiatan wisuda setiap tiga bulan sekali,” jelasnya.

Untu penerimaan santri baru tahun ajaran ini, pihaknya berhasil menjaring sebanyak 200 santri baru. Jumlah penerimaan santri ini dikatakan melihi target, dan bahkan kapasitas Ponpes.

Guna mendukung peningkatan jumlah santri yang meningkat hingga 90 persen tersebut, pihaknya juga merencanakan untuk melakukan pengadaan berbagai sarana dan prasarana yang belum ada maupun belum memadai. Seperti asrama, lokal belajar, masjid, untuk putra dan berbagai sarana dan pendukung lainnya, termasuk lahan untuk perluasan Ponpes.

Khusus pada poin terakhir dikatakan para wali santri dan masyarakat telah menyatakan kesediaannya guna mewakapkan tanah bagi upaya mendukung program ini. (lal)