Aktivitas Vulkanik Rinjani Masih Belum Sepenuhnya Stabil

MATARAM–Aktivitas vulkanik Gunung Rinjani masih belum dalam keadaan sepenuhnya stabil, sehingga masih memiliki potensi untuk terjadi letusan secara tiba-tiba meskipun tidak dapat dipastikan kejadiannya.

Hal tersebut merupakan salah satu kesimpulan dalam laporan aktivitas  gunung api Rinjani, PVMBG, Badan Geologi, KESDM pada periode pengamatan 1 Maret 2021 pada 00.00-24.00 WITA yang disusun Lalu Zulkarnain.

Lebih rincinya dalam laporan tersebut disebutkan bahwa untuk pengamatan meteorologi cuaca cerah, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 21-25 °C dan kelembaban udara 92-93 % dengan volume curah hujan 5 mm per hari.

Untuk visual, gunung jelas. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 25 m di atas puncak kawah. Pada saat cuaca cerah CCTV di lapangan teramati gunung baru jari di dalam kaldera danau segara anak, dan teramati asap kawah.

Kemudian kegempaan, untuk Low Frekuensi jumlahnya 2, amplitudo 4-6 mm dengan durasi 88-140 detik. Untuk Vulkanik Dalam jumlahnya 2, amplitudo 5.5-16 mm, S-P: 1.5-1.8 detik, durasi 11-21 detik. Kemudian untuk Tektonik Lokal jumlahnya 4, amplitudo 4-10 mm, S-P: 3.5-9 detik, dengan durasi 19-50 detik. Serta Tektonik Jauh jumlahnya 3, amplitudo 9.5-28 mm, S-P: 18-30 detik, durasi: 65-130 detik.

Kesimpulannya dalam laporan tersebut: aktivitas vulkanik Gunung Rinjani masih belum dalam keadaan sepenuhnya stabil sehingga masih memiliki potensi untuk terjadi letusan secara tiba-tiba meskipun tidak dapat dipastikan kejadiannya.

Dengan kondisi aktivitas seperti saat ini maka jika terjadi letusan, potensi bahayanya diperkirakan utamanya berada di area tubuh Gunung Barujari yang berada di dalam Kaldera Gunung Rinjani. Dan berdasarkan potensi ancaman bahayanya, maka tingkat aktivitas Gunung Rinjani masih berada dalam Level II (Waspada).

Rekomendasi dalam laporan ini: Masyarakat di sekitar Gunung Rinjani dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas/berkemah di dalam area tubuh Gunung Barujari termasuk di area lava baru dan seluruh area di dalam radius 1,5 km dari kawah Gunung Barujari. Pendakian diperbolehkan kecuali di seluruh bagian tubuh Gunung Barujari, karena material lava letusan masih bertemperatur tinggi dan tidak stabil sehingga rawan untuk terjadi rockfall/longsoran batu.

Meskipun tidak dapat dipastikan, namun potensi letusan Gunung Rinjani masih ada. Oleh karena itu pendaki/pengunjung/wisatawan yang beraktivitas di luar radius 1,5 km dari Gunung Barujari maupun masyarakat di sekitar Gunung Rinjani diharapkan untuk selalu menyiapkan masker, penutup hidung, dan mulut serta pelindung mata agar terhindar dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan iritasi mata jika terjadi letusan abu.

Kemudian masyarakat di sekitar Gunung Rinjani diharap untuk tetap tenang namun tetap menjaga  kewaspadaan, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Rinjani yang tidak jelas sumbernya. (*/RL)