Aktivitas Pengeboran PT TCN Dihentikan Paksa

SEGEL: Petugas PSDKP saat memasang spanduk dan penyegelan infrastruktur milik PT TCN di Gili Trawangan, Kamis (6/6)(IST FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jendral Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Benoa menghentikan sementara aktivitas pengeboran pipa penyedor air laut PT Tiara Cipta Nirwana (TCN) di Gili Trawangan, Kamis (6/6).

Petugas turun memasang spanduk penghentian serta menyegel sarana prasarana milik PT TCN. Penghentian ini dilakukan karena belum mengantongi izin resmi pemanfaatan ruang laut.

Pengawas Perikanan Pangkalan PSDKP Benoa, Meisal Rachdiana, menjelaskan bahwa setiap kegiatan pemanfaatan ruang laut untuk usaha harus memiliki izin yang sah.

“Pada waktu teman-teman Polsus PSDKP melakukan pengawasan di sini ditemukan fakta bahwa PT TCN belum memiliki izin. Maka kita coba hentikan kegiatan ini,” ungkap Meisal.
Langkah penghentian ini jelasnya berlaku hingga 30 hari ke depan. Namun jika dalam kurun waktu tersebut PT TCN belum memperoleh izin, maka surat penghentian akan diperpanjang.

Baca Juga :  Terlalu Rendah, Warga Tolak Ganti Rugi Lahan dan Toko

“Selama belum memiliki izin, maka kegiatan ini kita hentikan dulu. Ini juga untuk menghindari konflik di masyarakat atau untuk mencegah kerusakan lingkungan,” ucapnya.
Koordinator BKKPN Kupang Wilayah Kerja Gili Matra, Martanina mengatakan bahwa penghentian ini merupakan tindak lanjut dari hasil investigasi.

Jika sebelumnya hanya dikeluarkan surat penghentian aktivitas pengeboran maka kali ini PSDKP secara resmi memasang spanduk dan penyegelan. Hal ini dilakukan karena pengeboran dilakukan di luar lokasi yang sudah diizinkan sebelumnya.
“Ini merupakan salah satu sanksi yang diambil yaitu sanksi administratif. Sanksi lainnya akan dirapatkan dulu. Kira-kira sanksi terbaik selain pembersihan ekosistem dan ganti rugi itu apa saja,” ujarnya.

Sementara itu, Administrasi Koordinator PT TCN, Petrus mengakui bahwa pihaknya sebetulnya sudah memiliki izin. “Mungkin karena dianggap belum miliki izin (makanya disegel). Padahal izin lama kita sudah keluar. Izin pemanfaatan air laut sudah. Semua izin sudah kita lengkapi,” ujarnya.

Baca Juga :  Bara TPST Trawangan Belum Padam, Tamu Hotel Keluhkan Asap

Terkait informasi dari PSDKP bahwa izin yang dimiliki hanya berlaku di tempat semula bukan di tempat pengeboran baru, Petrus mengaku bahwa itu tergantung penilaian dari PSDKP.

“Kita sudah melakukan apa yang diminta. Termasuk dengan aturan baru. Kita sudah lakukan semua makanya kita beroperasi,” ungkapnya. Tetapi jika memang ada izin baru yang harus dilengkapi agar penyegelan dibuka maka tentu pihaknya akan berupaya melengkapi. “Kami berkomitmen memenuhi semua persyaratan izin pengeboran agar tidak bermasalah di kemudian hari,” ujarnya.

Diketahui aktivitas pengeboran pipa yang dihentikan ini adalah di lokasi baru. Artinya pipa-pipa penyedot air laut yang sudah terpasang sebelumnya tetap beroperasi. Operasional pengolahan air laut menjadi air tawar masih dilakukan untuk melayani air bersih warga Gili Trawangan. (der)

Komentar Anda