Aktif Penertiban, Diancam Dibunuh oleh Anak Punk

SIGAP : Dua anggota Satgas Disosnakertrans Kota Mataram siap menerima laporan masyarakat (Sudir/Radar Lombok)

Setiap pekerjaan punya resiko, termasuk menjadi Satuan tugas (Satgas) Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Kota Mataram. Mereka memiliki resiko tinggi terutama saat turun melakukan penertiban. Misalnya, saat menertibkan aksi anak-anak punk, anggota Satgas sempat diancam dibunuh.

 


SUDIRMAN-MATARAM


 

Satgas Disosnakertrans Kota Mataram terus menyisir permasalah sosial fenomena gelandangan, pengemis, anak punk dan lain-lain. Mereka bekerja 24 jam setiap hari. Sebanyak 30 anggota Satgas bergantian piket.

Kepala Disosnaketrans Kota Mataram H. Ahsnul Khalik menjelaskan, sejak terbentuk mereka terus fokus melakukan penertiban. “ Saya turun langsung juga ikut dengan Satgas. Bahkan beberapa kali Satgas diancam. Terutama saat menertibkan anak punk dan pengemis. Satgas kerap dicari ke kantor setelah usai ditertibkan,” ungkapnya kepada Radar Lombok kemarin.

Diantara seluruh anggota Satgas, ada juga yang perempuan. Jumlah mereka 4 orang. Mereka inilah yang menerima ancaman. Mereka piket dari jam 7 pagi sampai 10 malam.  Dengan adanya Satgas, sejumlah permasalah sosial mulai menurun. Setiap malam jumat dilakukan patroli.

Petugas gencar melakukan patroli malam.Khalik sendiri terus intens melakukan komunikasi dengan anggota Satgas.  Hal ini untuk menciptakan Kota Mataram yang bebas dari Anjal, gelandangan, pengemis dan anak punk. Petugas juga diminta terus menjalankan tugas sesuai dengan aturan yang ada.

Selain  masalah sosial, Satgas juga selalu siap ketika ada bencana alam. Mereka turun langsung ke masyarakat serta membantu warga yang terkena musibah seperti kebakaran, banjir dan gelombang pasang. “ Petugas sangat aktif. Mereka terus kita berikan pembinaan untuk turun ke masyarakat,’’ ungkap Khalik.

Nampak anggota Satgas di kantor Disosnakertrans Kota Mataram standbye menerima laporan dari masyarakat. Mereka sigap dalam menjalankan tugas.(*)