AKSILARASI Dukung Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Super Prioritas

WORKSHOP: Direktur Musik, Film, dan Animasi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Mohammad Amin ketika menjadi pemateri dalam workshop produksi film, Senin (11/10). (devi andayani/radarlombok)

MATARAM–Direktorat Musik, Film, dan Animasi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui program Aksi, Selara, Sinergi (AKSILARASI) melakukan kegiatan pendampingan, penciptaan dan pemanfaatan produk kreatif di destinasi prioritas, diantaranya ada Danau Toba, Borobudur, Lombok-Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

“AKSILARASI hanya dilaksanakan di 5 destinasi saja, program ini selain untuk mendukung promosi paraiwisata, tetapi yang lebih penting lagi bagaimana program pendampingan AKSILARASI ini bisa memberdayakan masyarakat sekitar ,” kata Direktur Musik, Film, dan Animasi Kemenparekraf , Mohammad Amin, Senin (11/10).

Menurutnya, hal tersebut penting terutama keterlibatan pada masyarakat untuk membangun pariwisata. Karena jangan sampai pariwisata yang dibangun kemudian menjadikan masyarakat sebagai penonto saja, untuk itu program AKSILARASI ini hadir di tengah masyarakat. Tahun ini di Mandalika pendampingan produksi AKSILARASI dilakukan di dua sub sektor, yakni Musik dan Film.

BACA JUGA :  Sandiaga Uno Tekankan Pentingnya Pengembangan Kreativitas Pelaku Parekraf

“Produk kreatif hasil pendampingan AKSILARASI akan mengisi destinasi super prioritas, dimana proses keterlibatan masyarakat?
Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi itu masyarakat kita harapkan ada,” jelas Mohammad Amin.

Dikatakan Fitria, PIC Kegiatan AKSILARASI Film Pendek, dalam kaitannya program AKSILARASI Film Pendek, tentunya yang dimaksud masyarakat adalah sineas/ filmmaker daerah. Sebelum terpilih menjadi peserta yang mendapatkan fasilitasi pendampingan produksi film pendek AKSILARASI, mereka telah melalui proses kurasi.

“Ada 20 komunitas yang mendaftar, terpilih 9 lolos administrasi, kemudian dilakukan seleksi subtansi untuk memilih 1 komunitas untuk setiap destinasi. Untuk destinasi Mandalika, komunitas filmmaker yang terpilih yakni, Ruang Tengah Kreatif,” tutur Fitria. Dari segi seleksi administrasi komunitas tersebut lengkap, dan subtansi cerita yang diangkat dan booklet presentasinya yang dikurasi langsung oleh Mentor, Indonesian Film Community Network (IFCN) , dan Indonesia Film Editors (INAFED) sangat khas dan organik.

BACA JUGA :  Didukung Pendanaan LPEI, ITDC Tingkatkan Fasilitas Bazaar Mandalika

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H. Yusron Hadi menyatakan bahwa pihaknya siap untuk berkolaborasi dalam mendukung program AKSILARASI tersebut, produk hasil AKSILARASI akan didorong untuk mengisi ruang-ruang publik di Nusa Tenggara Barat. Sehingga pelaku kreatif semakin hari semakin berkembang di NTB dan dapat mendaptkan dampak sosial ekonomi.

“Semuanya sudah ada kita tinggal support bagiamana supaya pelaku kreatif ini naik grade-nya. Kita punya destinasi wisata banyak, pelaku kreatif kita damping dan dorong untuk mampu mengisi destinasi wisata tersebut,” ujarnya. (dev)