Aksi Brigadir Fania Eka Yulia Lestari Aktif Dalam Kegiatan Sosial

BRIGADIR FANIA EKA YULIA LESTARI
GIAT SOSIAL : Brigadir Fania Eka Yuli Lestari di salah satu kegiatan sosialnya. (Brigadir Fania For Radar Lombok)

Aktif dikegiatan sosial untuk membantu sesama bisa dilakukan oleh siapapun. Boleh dilakukan dilakukan dari latar belakang apapun juga. Tak terkecuali oleh seorang petugas kepolisian. Seperti yang dilakukan oleh Brigadir Fania Eka Yulia Lestari. Seperti apa bentuk kegiatan sosial yang dilakukan?


ALI MA’SHUM—MATARAM


BRIGADIR Fania saat ini bertugas di Satlantas Polres Mataram. Tepatnya di bagian Registrasi dan Identifkasi (Regident) SIM. Fania panggilan akrabnya. Disamping memiliki senyum yang ramah. Wanita dengan tinggi 164 Cm ini aktif dalam kegiatan sosial. Ia dan rekannya mendirikan komunitas yang disebut ‘’ Malaikat yang berwujud’’. ‘’ nama itu ungkapan buat teman-teman komunitas sosial yang lain. Karena kepedulian mereka terhadap orang-orang yang tidak mampu,’’ ujarnya memulai pembicaraan.

Sekarang dirinya mempunyai banyak komunitas. Karena diakuinya memang tidak ingin terikat dalam satu komunitas saja. Komintasnya pun saat ini masih eksis membantu sesama. ‘’ Alhamdulillah justru semakin eksis. Semakin banyak malaikat berwujud di Lombok ini,’’ katanya. 
dikomunitasnya, banyak program kegiatan sosialnya. Namun, yang terpenting disebutnya memberikan bantuan terhadap orang yang membutuhkan. ‘’ intinya saya ingin mengukir senyuman dibibir orang-orang yang bahkan untuk menangis pun sudah tidak sanggup saking susahnya mereka,’’ 

Saat ini komunitasnya semakin eksis dalam berkegiatan. ” Semakin banyak malaikat berwujud dilombok sekarang ini,” katanya.

Ia pun terjun dikegiatan sosial bukan tanpa alasan. Ia juga mengaku percaya diri untuk membantu sesama yang membutuhkan.  Diantaranya, dirinya sudah mempunyai gaji sebagai polisi. Relasipun banyak dimiliki dan itu sangat membantunya. ‘’ saya juga semakin banyak kenal dengan teman-teman di komunitas sosial. Jadi setidaknya banyak teman saya berjuang dikegiatan sosial ini,’’ tegas wanita kelarihan 30 tahun silam ini penuh percaya diri.  

Untuk itu, ia berharap kedepannya bisa diberikan rezeki yang lancar. Itu kata dia tentu saja digunakan untuk membantu sesama yang membutuhkan. Ia juga berharap kedepannya bisa membanguan dan mendirikan sebuah panti. ‘’ panti ini nanti yang terbuka untuk siapapun dan apapun bentuk kebutuhannya tanpa ada pengkhususan. Tapi juga tentunya tetap disupport oleh teman-teman dari komunitas sosial disini. Saya benar-benar berharap semakin banyak teman-teman yang mau ikut berjuang bersama saya. Karena kebetulan Alloh masih ngasi kita kelebihan buat membantu mereka ,’’ ungkapnya.

Sejak awal sebagai polisi. Dirinya membiasakan diri untuk menyisihkan 2,5 persen sebagai kewajiban. Sisanya juga digunakan untuk bersedekah. Meski jumlahnya tidak begitu banyak. Dana lainnya diperoleh melalui bantuan para donatur. ‘’ kalau sudah terjun ke dunia sosial gini seperti kecanduan yang awalnya cuma sebagai giat tambahan. Sekarang justru jadi kebutuhan. Jadi, Cuma punya uang 50 ribu didompet pun bisa kita bagi-bagi untuk disumbangkan,’’ terangnya.

Bentuk kegiatan sosial yang dilakukan pun bermacam-macam. Seperti mencari anak atau warga yang sakit dan kurang mampu serta belum mendapatkan penanganan. Mencari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang membutuhkan Al-Qur’an. Menggalang dana untuk membantu pembangunan musholla atau masjid. ‘’ dana yang saya galang tidak begitu besar. Tapi Alhamdulillah lancar,’’ jelasnya.

Sebagai seorang polisi. Ia pun mengaku bisa membagi waktu untuk kegiatan sosialnya ini. Namun, yang pasti kegiatan sosial ini dilakukan diluar jam kantor dan piket. ‘’ memang sulit bagi waktunya. Tapi yang namanya suadah kecanduan. Ya harus ngorbankan waktu istirahat, bahkan waktu bareng keluarga. Untungnya ibu saya support penuh kegiatan ini,’’ terangnya.

Ia juga mengaku hanya beberapa melakukan giat sosial dengan menggunakan seragam polisi. Selain itu, dirinya menyatu dengan rekan-rekannya yang lain. Tanpa ada label atau embel apapun. ‘’ karena kalau pakai seragam akan ada batasan lokasi giat. Saya kan anggota Polres Mataram. jadi ruang lingkupnya sebatas wilayah Mataram saja. Kalau tanpa seragam jangkauan saya bisa kemana-mana. Tapi disetiap giat sosial. Saya selalu libatkan babhinkamtibmas setempat. Karena merekalah ujung tombaknya. Mereka yang lebih aktif memberikan informasi warganya yang membutuhkan,’’ imbuhnya. (*)