Akses ke Air Terjun Tiu Teja Santong Putus

PUTUS: Tangga beton untuk turun ke Air Terjun Tiu Teja Santong longsor akibat tingginya intensitas hujan dan labilnya tanah. (IST FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Tingginya intensitas hujan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) beberapa pekan terakhir, menyebabkan akses ke Air Terjun Tiu Teja di Desa Santong, Kecamatan Kayangan putus.

Tangga beton yang dipergunakan wisatawan untuk turun ke lokasi air terjung longsor di dua titik. Akibatnya, wisatawan tidak bisa mengakses air terjun dengan ciri khas pelangi ini.

Pecinta Alam GPA Santong, Zaenudin mengatakan, kondisi tangga yang longsor diketahui beberapa hari lalu, saat pecinta alam GPA mengantarkan pengunjung ke lokasi. Maklum saat pandemi covid-19 ini, pengunjung jarang, tetapi tetap ada di akhir pekan, meski tidak banyak.

Longsornya tangga itu kata Zaenudin memang dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi, di samping tanah fondasi yang labil. Maklum, di bagian atas hutan, sudah banyak pohon besar yang ditebang.

Terhadap putusnya akses jalan, ia berharap ada penanganan segera dari KPH Rinjani Barat, karena Air Terjun Tiu Teja masuk Hutan Rinjani Barat. Selain itu juga dari Pemerintah KLU. Karena sangat dikhawatirkan jika ada pengunjung yang memaksa turun ke air terjun, terjadi hal yang tidak diinginkan, mengingat labilnya tanah. “Di sana tanahnya labil, kita khawatir tiba-tiba longsor,” ujarnya, Jumat (19/2) kemarin.

Sementara jika ada pengunjung yang datang, mereka memang tidak turun ke Tiu Teja, melainkan langsung ke Air Terjun Sekeper yang letaknya lebih ke dalam Hutan Rinjani Barat. Di Sekeper tidak ada tangga beton, tetapi ada jalan setapak. Namun diharapkan pengunjung juga tetap berhati-hati dengan kondisi cuaca saat ini. Bila perlu ditemani oleh orang yang paham dengan kondisi lingkungan sekitar untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (flo)