Akses Ditutup ITDC, Dua Dusun di KEK Mandalika Kembali Terisolir

Alus Darmiah Gara 9M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA — Masyarakat yang ada di dua dusun, yakni Dusun Bunut dan Ujung Lauk, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, memprotes penutupan akses di kanal II kawasan Mandalika oleh pihak PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengembang dan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Pasalnya akibat penutupan itu, mereka sulit bepergian. Terutama anak-anak sekolah yang harus menempuh jalan alternatif yang cukup jauh. Mereka sangat menyayangkan sikap dari pihak ITDC yang membuat dua dusun ini kembali terisolir, paska perhelatan akbar MotoGP Mandalika. Dan meminta agar pihak ITDC segera bertanggungjawab.

Ketua Forum Peduli Pariwisata Lombok Tengah, Alus Darmiah Gara menegaskan bahwa, saat ini warga yang berada di dua dusun ini sangat sulit untuk keluar masuk dusun mereka. Bahkan kalau mereka mau keluar harus melalui jalur pantai seger yang lokasinya sangat jauh.

Sehingga warga yang biasanya perjalanan bisa ditempuh sekitar 5 menit, namun setelah kanal II ditutup membuat perjalanan menjadi hampir 25 menit.

“Jadi ada perkampungan diluar sirkuit yang kita masuk dari kanal II. Ada belasan Kepala Keluarga (KK) yang terisolir, makanya kami mendesak ITDC kembali membuka akses di kanal II ini, agar masyarakat bisa beraktivitas dengan normal. Ini kan sama saja kembali terisolir,” ungkap Alus Darmiah Gara, saat dihubungi Radar Lombok, Selasa kemarin (26/4).

BACA JUGA :  Suhaili Berharap Hasil Survei LSI Benar

Pria yang juga menjabat sebagai anggota Badan Permusyawarahan Desa (BPD) Kuta ini menjelaskan, penutupan akses kanal II oleh ITDC dilakukan sejak 25 Maret 2022, atau sekitar tiga hari paska gelaran MotoGP Mandalika. Penyebabnya diduga karena ada kasus kehilangan gater penutup drainase di kanal II tersebut.

“Jadi terkait dengan kehilangan gater penutup drainase sebagai bukti keteledoran dari pihak ITDC. Awalnya kita pikir hanya ditutup sementara, karena ada kasus kehilangan itu. Tapi nyatanya sampai sekarang masih ditutup. Kasihan masyarakat kami, akses satu-satunya seperti digembok,” jelasnya.

Pihaknya menyatakan seharusnya ITDC bersikap tegas terhadap manajemen security di kawasan. Karena  kasus kehilangan itu dinilai sebagai kelalaian pihak security. Disatu sisi, Dusun Bunut dan Ujung Lauk merupakan dua Dusun yang berada dalam kawasan KEK Mandalika. Puluhan keluarga masyarakat setempat masih bertahan tinggal, sambil menunggu hak-hak mereka dibayar.

BACA JUGA :  Warga Desak Lahan BIL Diukur Ulang

“Saat MotoGP Mandalika akan digelar, ITDC membuat tunel atau terowongan sebagai akses masyarakat keluar masuk dan tidak terisolir. Namun saat ini, masayarakat kembali merasakan kesulitan lantaran akses tersebut ditutup sepihak,” terangnya.

Lebih jauh disampaikan bahwa masyarakat juga berharap apa yang dialami mereka saat ini menjadi atensi Pemda Lombok Tengah, mengingat bahwa itu merupakan akses yang selama ini dilalui oleh masyarakat.

“Pasca MotoGP itu, security hanya ditempatkan di gerbang hijau atau gerbang utama. Sementara di kanal II tidak ada pengawasan. Harusnya ITDC memberi sanksi para manajemen security, karena ini bentuk kelalaian mereka, dan bukannya justru menutup akses masyarakat,” ulasnya.

Sementara itu, pihak ITDC yang dikonfirmasi terkait dengan permasalahan tersebut belum memberikan respon, meski berkali-kali dihubungi media ini. (met)