Akibat Transmisi Lokal, Positif Covid-19 NTB Bertambah 54 Pasien

Satu Pasien Bayi Meninggal Dunia

INFOGRAFIS DATA PASIEN COVID-19 NTB (kominfotik ntb for radarlombok.co.id)

MATARAM—Menjelang Hari Raya Idul Fitri, kasus pasien positif Covid-19 bertambah drastis. Bahkan, bayi usia 5 bulan meninggal dunia akibat virus asal negara Tirai Bambu itu.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr Nurhandini Eka Dewi menjelaskan, jumlah tambahan kasus baru pada tanggal 22 Mei mencapai 54 orang. Mereka berasal dari berbagai kabupaten/kota di NTB.

“Ini sebenarnya klaster lama generasi kedua. Kalau klaster baru ada 8 orang, dan yang kontak dengan pasien positif,” terang Eka kepada Radar Lombok via WhatsApp (WA), Jum’at malam (22/5/2020).

Ancaman virus corona semakin membahayakan. Mengingat, sebagian besar dari yang positif hari ini adalah akibat dari transmisi lokal. “Penularan generasi kedua itu transmisi lokal,” ucapnya.

Ditegaskan Eka, meningkatnya kasus baru tidak ada kaitannya dengan tingkat kesadaran masyarakat yang semakin rendah menjelang Lebaran. Mengingat, mereka yang telah berkerumun di pusat-pusat perbelanjaan belum dilakukan tes swab.

Hal yang dikhawatirkan, jumlah kasus positif Covid-19 akan terus bertambah apabila kesadaran masyarakat masih rendah. Apalagi fenomena saat ini, banyak masyarakat yang tidak takut berkerumun. “Kalau dampak kerumunan kita lihat 7 hari lagi,” ujarnya.

Klaster lama atau penyebaran Covid-19 dari transmisi lokal belum tuntas ditangani. Jumlah korban juga terus meningkat. “Ada 38 persen kasus transmisi lokal di NTB,” ungkap Eka.

Lebih lanjut disampaikan, sebanyak 54 kasus baru tersebut, terbanyak dari Kota Mataram mencapai 25 orang. Kemudian Lombok Barat (Lobar) 20 orang, Lombok Timur (Lotim) 7 orang, Kabupaten Lombok Utara (KLU) 1 orang dan Kabupaten Bima 1 orang.

Terdapat beberapa hal yang patut menjadi perhatian kedepan. Pasalnya, corona telah menyerang segala umur. “Hari ini rentang usia termuda 1 bulan dan tertua 65 tahun yang positif Covid-19,” sebut Eka.

Jumlah 54 kasus tersebut, diakuinya merupakan sejarah tertinggi selama penanganan Covid-19. Jumlah swab yang diperiksa hanya 193 sampel di Laboratorium RSUD Provinsi NTB, Laboratorium RS Unram, dan Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark. Namun jumlah yang positif cukup banyak.

Selain itu, sebanyak 24 persen dari 54 orang tersebut, atau sekitar 13 orang merupakan anak-anak. Sebanyak 5 pasien baru masih bayi, 4 orang Balita dan 4 usia anak-anak. “Kabar duka datang dari Lotim, bayi 5 bulan telah meninggal dunia. Sehingga total yang meninggal 8 orang,” ungkapnya.

Tanggal 11 Mei lalu, seorang pasien bayi 5 bulan juga meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD dr. R. Soedjono Selong. Bayi tersebut tercatat sebagai pasien nomor 338 inisial ANK, jenis kelamin perempuan asal Desa Toya Kecamatan Aikmel, Lombok Timur.

Klaster Gowa atau jamaah tabligh, lanjut Eka, masih mendominasi penambahan kasus Covid-19. “Ini generasi kedua dan generasi ketiga. Di Lobar juga ada klaster Magetan yang merupakan adik-adik kita yang mondok di Magetan . Ada juga klaster Bali,” katanya.

Mengenai langkah yang akan dilakukan Pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten/Kota di NTB untuk menekan angka lonjakan kasus baru Covid-19. Mengingat pelaksanaan hari raya Idul Fitri tinggal sehari lagi. Maka pihaknya berharap masyarakat tetap menjalankan Surat Edaran (SE) Gubernur NTB yang telah dikeluarkan.

“Sesuai SE Gubernur supaya sholat ied di rumah, dan tidak melakukan silaturahmi secara langsung. Jalankan protokol Covid-19 dengan baik. Kalau kabupaten/kota kan sudah sejalan dengan provinsi,” pungkasnya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, H Lalu Gita Aryadi selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Provinsi menyampaikan, bayi yang telah meninggal dunia merupakan pasien nomor 443 inisial MA. Bayi laki-laki tersebut baru berusia 5 bulan asal Desa Aikmel Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur.

Bayi tersebut meninggal dunia akibat Covid-19. Padahal tidak pernah dibawa ke daerah terjangkit atau kontak dengan pasien positif. Namun bayi tersebut tertular karena adanya transmisi lokal. “Sudah dilakukan tatalaksana pemulasaran jenazah sesuai protokol Covid-19,” terang Sekda.

Diumumkan juga adanya tambahan 7 pasien sembuh tanggal 22 Mei. Jumlah pasien yang sembuh kali ini jauh lebih sedikit dibandingkan penambahan kasus baru.

“Dengan adanya tambahan 54 kasus baru terkonfirmasi positif, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sebanyak 464 orang. Dengan perincian 258 orang sudah sembuh, 8 orang meninggal dunia, serta 198 orang masih positif dan dalam keadaan baik,” katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Kominfotik NTB, I Gede Putu Aryadi juga membenarkan melonjaknya tambahan kasus baru Covid-19 di NTB, yang berasal dari tiga kabupaten/kota di NTB.

“Paling banyak di Mataram 25 orang, Lobar 20 orang dan Lotim 7 orang, dengan satu orang dinyatakan meninggal. Kemudian KLU 1 orang, dan Kabupaten Bima 1 orang, sehingga total 54 orang,” ungkapnya, Jumat malam (22/5/2020).

Namun selain tambahan kasus baru, terdapat juga penambahan pasien sembuh, yakni 7 orang dari Kota Mataram, Lobar 1 orang, Dompu 3 orang, dan Kota Bima 1 orang. Sedangkan, penambahan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 23 orang, terdiri dari Kota Mataram 2 orang, Lobar 20 orang, dan Lotim 1 orang. Kemudian penambahan ODP sebanyak 18 orang, terdiri dari Kota Mataram 6 orang, Lombok Tengah 4 orang, KLU 7 orang dan Lotim 1 orang. (zwr/sal)