Akhirnya Jalan Lendang Beduri-Tanjung Dikerjakan

SELONG—Perbaikan ruas jalan di wilayah Kota Selong terus dikebut. Selain jalan M. Yamin, Suprapto dan Ahmad Dahlan, perbaikan juga mulai dilakukan untuk jalan Lendang Beduri ke Tanjung. Bahkan aktifitas pengerjaan jalan Lendang Beduri-Tanjung sudah mulai dilakukan pelebaran. “Perbaikan jalan sejumlah ruas jalan Kota Selong rata-rata sudah mulai dilakukan,” ungkap Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lotim, Mudahan, Jumat kemarin (16/9).

Dikatakan, perbaikan ruas jalan Lendang Beduri-Tanjung dan  Gelang-Pancor Manis pengerjaannya dilakukan satu paket. Untuk perbaikan jalan Lendang Beduri–Tanjung paling lambat ditargetkan tuntas Desember mendatang. Namun akan diupayakan bisa selesai bulan November. “Sementara pengerjaan jalan Gelang-Pancor Manis dilakukan setelah selesai pembebasan lahan,” sebut Mudahan.

Ruas perbaikan jalan ini sepenuhnya dianggarkan dari dana APBD. Besaran anggarannya mencapai Rp. 15 miliar. Itu akan dipakai untuk perbaikan jalan Lendang Beduri-Tanjung sepanjang 3,8 kilometer dan lebar 14 meter. “Kalau Gelang-Pancor Manis lebarnya 9 meter,” sebut Mudahan.

Sementara perbaikan jalan kota M. Yamin, Ahmad Dahlan dan Suprapto, sudah mulai dikerjakan sejak beberapa waktu lalu. Ketiga ruas jalan tersebut ditargetkan sudah tuntas dikerjakan akhir bulan ini.

Dijelaskan, anggaran untuk pengerjaan jalan tahun ini mencapai Rp. 118 miliar. Belum lagi ditambah anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tambahan dari pusat untuk perbaikan jalan dan jembatan sebesar Rp 74 miliar. Itu akan dialokasikan untuk memperbaiki 23 ruas jalan yang tersebar di sejumlah wilayah di Lotim. “Prosesnya sekarang sebagian sudah kita sampaikan ke ULP untuk dilakukan lelang,” ungkapnya.

Selain itu, pengerjaan jalan juga akan dilakuikan terhadap jalan penghubung Korleko-Sordang. Tahapan untuk perbaikan jalan kini masih dilakukan pembebasan lahan. Namun sebagian besar lahan milik warga yang akan dijadikan jalan tersebut sudah selesai dilakukan pembebasan. Hanya tinggal Desa Lenek Pesiraman yang masih dalam proses. “Kalau empat desa sudah tuntas, tingga Lenek Pesiraman,” tegasnya.

Jalan tersebut panjangnya mencapai 11 kilometer lebih, dengan lebar 14 meter. Dipastikan proses pembebasan lahan milik warga semuanya berjalan aman tanpa ada penolakan apapun. (lie)