Akhir Tahun, Rute Senggigi-Padangbai Ramai

PENUMPANG: Para penumpang pengguna kapal cepat saat naik kapal dari Pelabuhan Senggigi menuju Padangbai Bali. (IST/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG – Pengguna jasa kapal cepat rute Senggigi-Padangbai Bali ramai menjelang akhir tahun. Jumlah penumpang naik hingga 50 persen setiap hari.

Kepala Tata Usaha UPT Pelabuhan Senggigi, Wira Adian Saputra, menyebut peningkatan jumlah penumpang berkisar antara 40 hingga 50 persen atau yang biasanya 25 orang per hari kini mencapai lebih dari 50 orang. Bahkan di hari-hari tertentu bisa mencapai 70 hingga 80 penumpang.” Sejak bulan ini ada peningkatan penumpang dari dan ke Senggigi,” ungkapnya.

Kapal tidak hanya membawa penumpang dari dan tujuan Senggigi saja, namun juga ada penumpang lanjutan ke tiga gili KLU baik yang datang untuk berlibur atau yang sedang ada urusan pekerjaan.”Selain ke Pelabuhan Senggigi, kapal cepat ini juga melayani langsung ke tiga gili di Lombok Utara,” ungkapnya.

Pihaknya memperkirakan dalam beberapa hari ke depan  jumlah penumpang akan terus meningkat dimana  peningkatan ini akan bertahan hingga awal bulan Januari mendatang. Karena saat ini juga bertepatan dengan libur panjang. “ Diperkirakan ramainya hingga bulan Januari mendatang,” tegasnya.

Karena saat ini minta pengguna kapal cepat ini semakin meningkat. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat diminta serius membangun pelabuhan Senggigi. Karena pelabuhan sekarang ini belum bisa memberikan kenyamanan bagi penumpang.

Baca Juga :  Pilkades di Lobar, Jumlah Pendaftar Lebih dari Seratus Orang

Ketua Komisi II DPRD Lombok Barat, Abubakar Abdullah, menjelaskan, menurut kajiannya, dari sisi jumlah wisatawan asing maupun domestik yang datang melalui Bandara Ngurah Rai Bali, dimasa low season seperti saat ini saja mencapai 25 ribu orang tiap hari. Puluhan ribu tamu ini terdistribusi ke hampir semua daerah di Bali, terdiri dari Bali Utara, Timur, Tengah dan Bali Selatan, dan Bali Barat.  Dimana semua stakeholder yang ada di Bali menyiapkan perangkat, infrastruktur pendukung selain pelabuhan dan bandara untuk melayani tamu ini.”Data ini kemudian coba ditelusuri ke Bali Timur, terdiri dari Sanur, Lembongan, dan Nusa Penida.  Di beberapa daerah itu, terdapat 5 ribuan tamu per hari. Ketika hight season mencapai 12 ribu per harinya,” ungkapnya.

Lalu dibandingkan dengan kedatangan di bandara Lombok masih jauh dari Bali.  Belum lagi kalau dari sisi biaya, harga tiket pesawat dari Lombok ke Bali sangat mahal mencapai Rp1.200.000. Peluang ini kemudian kata politisi Sekotong itu, perlu ditangkap Pemda, dengan melakukan transformasi di sektor pariwisata terutama di sektor pelabuhan Senggigi.” Banyak potensi PAD dari sektor kapal cepat Senggigi-Bali terbuang percuma begitu saja, pasalnya banyak trayek yang seharusnya dibuka di rute wisata itu belum bisa direalisasikan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Polisi Amankan Motor Bodong di Lokasi Balap Liar

Pelaku operator penyebaran belum mau melayani rute itu, lantaran fasilitas pendukung di dermaga Senggigi tak layak. Operator tidak berani menjamin kenyamanan, keamanan dan keselamatan bagi tamu yang datang maupun berangkat dari dermaga Senggigi tersebut.

Pemkab Lombok Barat diminta tidak setengah hati membangun dermaga ini. “ Jangan setengah hati (tata pelabuhan Senggigi), karena kita punya banyak potensi peluang PAD dari penyeberangan fast boat. Kita harus jeli melihat potensi,” jelasnya.

Ia sangat mendorong Pemda membangun kerjasama dengan Bali. Agar bisa membagi tamu-tamu ini bisa diarahkan juga ke Lombok dalam hal ini Lobar melalui jalur laut dengan menggunakan penyeberangan fast boat. Sebab kalau lewat udara kata dia, harga tiket pesawat mahal. “ Ayo dong Pemda benahi infrastruktur pendukung pariwisata, benahi pelabuhan Senggigi ini,” pintanya.(ami)

Komentar Anda